PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan penataan kawasan sungai yang berkelanjutan. Langkah tersebut ditandai dengan kegiatan monitoring lapangan di sejumlah titik strategis yang menjadi fokus penataan kawasan tepian Sungai Siak.
Peninjauan dilakukan di kawasan Jembatan Siak Harapan Raya, Sungai Batak, Jembatan Siak III, hingga kawasan cagar budaya Rumah Singgah Tuan Kadi. Lokasi-lokasi tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengendalian banjir, pelestarian lingkungan, sekaligus pengembangan wajah baru Kota Pekanbaru yang lebih hijau dan berdaya saing.
Usai peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan komprehensif mengenai konsep Green Corridor, sebuah gagasan penataan kawasan bantaran sungai yang mengintegrasikan fungsi ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi.
Konsep ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat sistem konservasi lingkungan dan mitigasi banjir, tetapi juga menciptakan ruang publik yang nyaman, mempercantik wajah kota, melestarikan kawasan cagar budaya, serta membuka peluang baru bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Penataan sungai tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Kawasan ini harus menjadi ruang hidup yang memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mengangkat nilai sejarah dan budaya Kota Pekanbaru,” tegasnya.
Pemerintah Kota Pekanbaru berharap kolaborasi dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dapat mempercepat realisasi program penataan kawasan Sungai Siak secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi penting untuk menghadirkan koridor hijau yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi simbol keseimbangan antara pembangunan, pelestarian lingkungan, dan warisan budaya bagi generasi mendatang.









