PEKANBARU- BACARIAU.COM-Koordinator Kader TB Kota Pekanbaru, Yeni Astuti, turut menghadiri kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI ke Provinsi Riau dalam rangka memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC).Selasa,4/8/2026.
Bagi Yeni, penanggulangan TBC tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas kesehatan dan kebijakan pemerintah. Peran kader di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam menemukan kasus secara dini, memberikan edukasi, mendampingi pasien, serta memastikan pengobatan berjalan hingga tuntas.
Menurutnya, keberadaan kader TB merupakan jembatan antara masyarakat dengan sistem pelayanan kesehatan.
“Penanggulangan TBC harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kader berada di garis depan untuk memberikan pemahaman, melakukan pendampingan, dan membantu memastikan pasien tidak berhenti berobat di tengah jalan,” ujar Yeni Astuti.
Ia menilai, kunjungan pemerintah pusat ke Riau menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
TBC bukan hanya persoalan medis, tetapi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian dan kerja bersama.
Karena itu, Yeni berharap perhatian dan dukungan terhadap kader TB terus diperkuat agar upaya eliminasi TBC dapat dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan.
“Kalau kita ingin memutus mata rantai TBC, maka kita harus bergerak bersama. Temukan kasusnya, dampingi pengobatannya, edukasi keluarganya, dan jangan biarkan pasien berjuang sendirian,” tegasnya.
Kader TB Kota Pekanbaru, lanjutnya, siap mengambil bagian dalam perjuangan tersebut. Sebab, setiap kasus yang ditemukan lebih awal dan setiap pasien yang berhasil menyelesaikan pengobatan merupakan langkah nyata menuju masyarakat Riau yang lebih sehat.
Melawan TBC bukan pekerjaan satu pihak. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan kehidupan.
Penulis: Andi Champay









