Menu

Otomatis
Breaking News

Berita

Kunjungan Widiyanti Putri Wardhana Disorot, Aktivis Minta Pemerintah Serius Garap Wisata Sumatera Barat Go Internasional

badge-check

Kunjungan Widiyanti Putri Wardhana Disorot, Aktivis Minta Pemerintah Serius Garap Wisata Sumatera Barat Go Internasional Perbesar

Pesisir Selatan, Sumatera Barat – Aktivis nasional Agung Maulana mendesak pemerintah pusat untuk tidak sekadar melakukan kunjungan seremonial, tetapi benar-benar serius dalam mengembangkan sektor pariwisata di Sumatera Barat guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini disampaikan menyusul kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, ke sejumlah destinasi unggulan di Sumatera Barat pada Rabu (29/04/2026) hingga Kamis (30/04/2026).

Dalam agenda tersebut, Menteri meninjau berbagai ikon wisata, di antaranya Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Jam Gadang, Lobang Jepang, serta Istana Basa Pagaruyung.

Namun demikian, Agung Maulana menegaskan bahwa kunjungan tersebut harus diikuti dengan langkah konkret dan kebijakan nyata.

“Pemerintah jangan hanya hadir dalam bentuk kunjungan wisata semata. Harus ada komitmen nyata untuk membantu setiap kabupaten di Sumatera Barat dalam mengembangkan sektor pariwisata agar mampu meningkatkan PAD dan membawa wisata daerah ke level internasional,” tegasnya.

Agung secara khusus menyoroti minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap potensi wisata di Kabupaten Pesisir Selatan. Menurutnya, daerah tersebut memiliki kekayaan alam yang luar biasa, namun belum dikelola secara optimal.

Ia juga mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi riil dan potensi wisata yang ada, khususnya di Pesisir Selatan.

“Presiden harus melihat langsung. Banyak potensi wisata kelas dunia di Sumatera Barat yang bisa dikembangkan untuk menarik wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Selain itu, Agung juga menyoroti persoalan lingkungan yang melibatkan sejumlah perusahaan di Kabupaten Pesisir Selatan. Ia mengungkapkan masih adanya dugaan pelanggaran, mulai dari perusakan hutan hingga aktivitas tanpa izin lingkungan.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap daerah.

“Perusahaan wajib berkontribusi melalui program CSR untuk mendukung pembangunan daerah, termasuk sektor pariwisata. Jangan sampai justru merusak lingkungan yang menjadi aset utama pariwisata,” tegas Agung.

Ia berharap pemerintah pusat dapat mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang terjadi, sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam memajukan pariwisata Sumatera Barat secara berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Juga:

Jumat Berkah Polantas Karib Polda Aceh, 200 Paket Sembako untuk Komunitas Ojol

18 Sep 2026 - 16:24 WIB

Jumat Berkah Polantas Karib Polda Aceh, 200 Paket Sembako untuk Komunitas Ojol

Dari Jalanan untuk Sesama, Tanjak Bertuah Riau Kembali Tebar Kepedulian

18 Sep 2026 - 15:11 WIB

Dari Jalanan untuk Sesama, Tanjak Bertuah Riau Kembali Tebar Kepedulian

Hulu Balang LAMR Pekanbaru Dikukuhkan, Benteng Marwah dan Ketenteraman Negeri

18 Sep 2026 - 00:21 WIB

Hulu Balang LAMR Pekanbaru Dikukuhkan, Benteng Marwah dan Ketenteraman Negeri

Bukan Sekadar Tilang, Polantas Karib Bangun Kesadaran Pengendara di Pasar Induk Lambaro

17 Sep 2026 - 20:48 WIB

Bukan Sekadar Tilang, Polantas Karib Bangun Kesadaran Pengendara di Pasar Induk Lambaro

Kapolda Riau dan Pangdam Tinjau Karhutla di Inhu, Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan

17 Sep 2026 - 13:16 WIB

Kapolda Riau dan Pangdam Tinjau Karhutla di Inhu, Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan
Trending di Berita