PEKANBARU- BACARIAU.COM-Terpilihnya Yanmar alias Ateng sebagai Ketua NIBA SPSI Kota Pekanbaru mendapat apresiasi dari Pemuda Pancasila Ranting Kampung Dalam. Amanah tersebut dinilai bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat perjuangan, solidaritas, dan perlindungan terhadap kepentingan kaum pekerja.
Ucapan selamat disampaikan langsung Ketua Pemuda Pancasila Ranting Kampung Dalam, Roni Dasman alias Kalong, didampingi sekretaris, bendahara, penasehat, serta seluruh jajaran pengurus Pemuda Pancasila Ranting Kampung Dalam, Kamis (13/8/2026).
Roni berharap kepemimpinan Yanmar Ateng mampu membawa NIBA SPSI Kota Pekanbaru menghadirkan energi baru dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan pekerja.
“Selamat kepada Saudara Yanmar Ateng atas amanah yang telah diberikan. Semoga mampu menjalankan tanggung jawab ini dengan integritas, keberanian, dan komitmen yang kuat untuk kepentingan anggota serta masyarakat pekerja,” ujar Roni.
Menurutnya, organisasi pekerja membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya mampu menyampaikan aspirasi, tetapi juga berani hadir ketika persoalan muncul serta mampu mendorong lahirnya solusi yang nyata.
“Kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan. Kepemimpinan adalah keberanian memikul amanah. Ketika suara pekerja membutuhkan perjuangan, pemimpin harus hadir dan berdiri paling depan,” tegasnya.
Roni menilai tantangan dunia ketenagakerjaan ke depan membutuhkan organisasi yang solid, profesional, dan responsif. Karena itu, ia berharap Yanmar Ateng dapat memperkuat internal organisasi sekaligus membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk menciptakan hubungan industrial yang sehat, harmonis, dan berkeadilan, tanpa menghilangkan keberanian organisasi pekerja dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya.
Di sisi lain, Roni menegaskan bahwa Pemuda Pancasila Ranting Kampung Dalam terbuka untuk membangun komunikasi dan sinergi positif dengan berbagai organisasi kemasyarakatan maupun organisasi pekerja.
“Perbedaan organisasi bukan alasan untuk membangun jarak. Justru, kekuatan setiap organisasi akan lebih bermakna apabila diarahkan untuk menjaga keamanan, kondusivitas, persatuan, dan kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia berharap kepemimpinan Yanmar Ateng dapat menjadikan NIBA SPSI Kota Pekanbaru sebagai organisasi yang benar-benar hadir di tengah pekerja, terutama ketika anggota menghadapi persoalan dan membutuhkan pendampingan serta pembelaan.
“Kami berharap NIBA SPSI menjadi rumah perjuangan yang benar-benar hadir ketika pekerja membutuhkan pembelaan. Jabatan adalah amanah, bukan sekadar kebanggaan. Semoga di bawah kepemimpinan Yanmar Ateng, NIBA SPSI Kota Pekanbaru semakin kuat, solid, profesional, bermartabat, dan memberikan manfaat nyata bagi kaum pekerja,” tutup Roni.
Penulis: Andi champay









