Keterangan Foto: Mitsubishi Triton Double Cabin BM 8038 DR yang mengalami kecelakaan setelah menabrak pipa milik PT PHR di kawasan Main Road Gulamo 05, Kepenghuluan Sintong Induk, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.
ROKAN HILIR – BACARIAU.COM-Kecelakaan kerja yang diduga dipicu microsleep (tertidur sesaat saat mengemudi) kembali menjadi pengingat pentingnya manajemen kelelahan bagi para pekerja di lapangan. Seorang mekanik PT Andalas Karya Mulia (AKM), Freddy Kusuma (PNK 726772216), mengalami kecelakaan setelah kendaraan yang dikemudikannya menabrak pipa minyak milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 16.05 WIB di Main Road Gulamo 05, Kepenghuluan Sintong Induk, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban mengemudikan Mitsubishi Triton Double Cabin BM 8038 DR ketika diduga mengalami microsleep, sehingga kehilangan konsentrasi dan kendali atas kendaraan. Akibatnya, mobil menghantam pipa produksi milik PHR.
Insiden tersebut menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, aset PT PHR juga mengalami kerusakan berupa lecet pada pipa production line 4 serta robohnya penyangga (pipe support).
Pengemudi mengalami luka lecet di bagian kepala dan harus mendapatkan lima jahitan sebelum akhirnya dirujuk ke Medical Duri untuk menjalani penanganan medis lebih lanjut.
Hasil analisis awal (root cause) menyebutkan penyebab langsung kecelakaan adalah pengemudi mengalami microsleep saat mengemudi sehingga kehilangan fokus dan kendali kendaraan.
Sementara itu, faktor-faktor yang diduga turut berkontribusi antara lain kelelahan fisik akibat kurang istirahat, tidak mengenali gejala awal mengantuk seperti sering menguap, mata terasa berat, dan sulit berkonsentrasi, serta tetap melanjutkan perjalanan dalam kondisi tubuh yang tidak prima tanpa mengambil waktu istirahat.
Evaluasi atas kejadian tersebut menegaskan bahwa microsleep merupakan salah satu risiko paling berbahaya dalam pengoperasian kendaraan, khususnya di lingkungan kerja berisiko tinggi. Penerapan Fatigue Management atau manajemen kelelahan dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan setiap pengemudi benar-benar dalam kondisi fit to work sebelum menjalankan aktivitas. Pengemudi juga diharapkan memiliki keberanian untuk menghentikan perjalanan dan beristirahat ketika mulai merasakan tanda-tanda mengantuk guna mencegah kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan pekerja maupun aset perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, Irfan Koto selaku Humas PT AKM dan Alip selaku HRD PT AKM belum memberikan keterangan resmi meski telah dimintai konfirmasi terkait insiden tersebut.
Sementara itu, Victoria Chatra Primantara, Sr Officer Media Relations Zona Rokan PT PHR, saat dimintai tanggapan menyampaikan singkat, “Kami koordinasikan dengan lapangan ya,” ujarnya.









