Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla di Riau

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

PEKANBARU- BACARIAU.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau, Senin (21/7/2025), guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas.

Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari hingga Minggu (27/7), dan dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Satu unit pesawat Cessna PK-SNL (C 208 B) dikerahkan dari Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Banten, dan telah diberangkatkan ke Pekanbaru pada Minggu (20/7). Pesawat tersebut dijadwalkan tiba pada pukul 14.30 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, mengatakan bahwa OMC dilakukan dengan menaburkan bahan semai seperti Natrium Klorida (NaCl) atau garam dapur ke dalam awan-awan potensial. Tujuannya adalah untuk mempercepat terbentuknya hujan buatan yang dapat membantu proses pemadaman di lokasi titik api.

Selain itu, BNPB juga memanfaatkan Kalsium Oksida (CaO) atau kapur tohor untuk mengurai partikel asap dan gas hasil kebakaran, terutama saat kondisi udara yang dipenuhi asap pekat menghambat pembentukan awan.

“Operasi ini kami lakukan untuk mempercepat proses pemadaman karhutla dengan cara mempercepat turunnya hujan buatan,” ujar Abdul Muhari, dikutip pada Senin (21/7/2025).

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan OMC di Riau berbeda dengan operasi serupa di wilayah Jabodetabek beberapa waktu lalu.

“Kalau di Jabodetabek OMC bertujuan menahan curah hujan agar tidak memperparah banjir, maka di Riau ini justru sebaliknya. Kita ingin memicu hujan agar bisa membantu memadamkan titik-titik api,” jelasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi dampak karhutla di wilayah rawan, sekaligus menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Road to Riau Bhayangkara Run 2026, Kapolda Riau Ajak Masyarakat Berlari Melawan Karhutla dan Menjaga Ekosistem Bumi Lancang Kuning

21 Juni 2026 - 14:40 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, DPD LIRA Pekanbaru Gelar Program Rutin ‘LIRA Berbagi’ di Sidomulyo Timur

19 Juni 2026 - 18:16 WIB

Polsek Tambusai wujudkan ketahanan Pangan dengan Kelompok Tani dalam rangka Penanaman Jagung Kuartal II di Desa Batas, Kec. Tambusai

19 Juni 2026 - 17:51 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek KSKP Polres Dumai Cek Perkembangan Tanaman Jagung 1,1 Hektare

17 Juni 2026 - 17:44 WIB

Polsek Batu Hampar Cek Perkembangan Jagung di Desa Kepenghuluan Sungai Sialang Hulu Bentuk Komitmen Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

17 Juni 2026 - 12:09 WIB

Trending di Berita