Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Kapolsek Sungai Apit Ungkap Kronologi Hari Harianto Selamat dari Cengkeraman Harimau Sumatra

badge-check


					Kapolsek Sungai Apit Ungkap Kronologi Hari Harianto Selamat dari Cengkeraman Harimau Sumatra Perbesar

SIAK – BACARIAU.COM-Seorang pekerja bernama Hari Harianto menjadi korban serangan harimau sumatra saat berada di kawasan kerja di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Berdasarkan kronologis yang disampaikan Kapolsek Sungai Apit IPTU Adifian Ikhsan, S.H., sebelum kejadian Hari Harianto bersama dua rekan kerjanya, Rakha dan Herman, sedang beristirahat di camp tempat mereka bekerja.

Tidak lama kemudian, Hari Harianto keluar dari camp dengan tujuan buang air besar di tepian kanal yang berada tidak jauh dari lokasi camp. Kanal tersebut selama ini memang biasa dimanfaatkan para pekerja sebagai tempat mandi maupun buang air.

Sekitar sepuluh menit setelah korban meninggalkan camp, Rakha dan Herman mendengar suara teriakan meminta pertolongan dari arah kanal. Keduanya segera berusaha mencari sumber suara, namun kondisi di sekitar lokasi yang minim penerangan membuat pencarian berlangsung sulit.

Dalam situasi darurat, Herman naik ke atas alat berat, menghidupkan mesin, lalu menyalakan seluruh lampu penerangan dan mengarahkan sorotannya ke arah datangnya suara korban.

Saat lokasi berhasil diterangi, keduanya melihat Hari Harianto sedang diseret seekor harimau. Sorotan lampu alat berat yang sangat terang diduga membuat harimau melepaskan gigitannya, kemudian melarikan diri masuk ke kawasan hutan.

Memanfaatkan kesempatan tersebut, Rakha dan Herman segera mengevakuasi Hari Harianto dan membawanya menggunakan speed boat yang telah bersiaga menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Teluk Lanus untuk mendapatkan pertolongan medis awal.

Setelah memperoleh penanganan pertama dari tenaga kesehatan di Pustu, korban kembali dievakuasi menggunakan speed boat menuju Pelabuhan Penyengat. Selanjutnya, korban dibawa dengan ambulans ke RSUD Tengku Rafian Siak guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pernyataan Kapolsek Sungai Apit IPTU Adifian Ikhsan, S.H.

Kapolsek Sungai Apit IPTU Adifian Ikhsan, S.H. menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat dan para pekerja yang beraktivitas di kawasan hutan maupun wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar agar selalu mengutamakan kewaspadaan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau seluruh pekerja untuk tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hari, serta memastikan lokasi kerja memiliki penerangan yang memadai. Apabila menemukan keberadaan satwa liar, jangan melakukan tindakan yang dapat memancing agresivitas satwa. Segera menjauh dan laporkan kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur,” ujar IPTU Adifian Ikhsan, S.H.

Ia juga mengapresiasi kesigapan rekan-rekan korban yang bertindak cepat dengan memanfaatkan lampu alat berat sehingga harimau melepaskan korban. Menurutnya, respons cepat tersebut sangat membantu proses penyelamatan dan memberikan kesempatan bagi korban untuk segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan hingga mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di kawasan yang berpotensi menjadi lintasan satwa liar,” tutup Kapolsek.

Kapolsek Sungai Apit IPTU Adifian Ikhsan, S.H. mengimbau masyarakat dan para pekerja yang beraktivitas di kawasan hutan maupun wilayah yang menjadi habitat satwa liar agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Aktivitas di area rawan diharapkan dilakukan secara berkelompok dan mengutamakan keselamatan guna menghindari kejadian serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Terkait Demonstrasi dan Pemberitaan Sejumlah Media Online, Mediasi Resmi Tegaskan Tidak Ada Pencemaran Limbah di Gudang CPO Air Kulim

22 Juli 2026 - 15:24 WIB

Polemik Gudang CPO Berakhir Damai, Warga dan Pemilik Usaha Capai Kesepakatan di Kantor Desa

22 Juli 2026 - 14:20 WIB

Rapat Klarifikasi FPKMS Ditunda, Koptan Lubuk Linong Tegaskan Tuntutan Hak Plasma kepada PT Tumpuan

21 Juli 2026 - 21:00 WIB

Klarifikasi Aipda Rudi Gunawan atas Pemberitaan yang Mencantumkan Namanya

20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Wawako Pekanbaru “Goes to School”, Perkuat Edukasi Bahaya HIV/AIDS Sejak Dini di Kalangan Pelajar

18 Juli 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita