PEKANBARU – BACARIAU.COM-Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang terus mengubah wajah peradaban, masih ada sosok-sosok yang memilih berdiri teguh menjaga akar budaya dan identitas bangsanya. Salah satunya adalah Ireng Maulana, putra jati Melayu yang dikenal konsisten dalam merawat, melestarikan, dan memperjuangkan nilai-nilai budaya Melayu agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Bagi Ireng Maulana, budaya bukan sekadar warisan masa lalu yang dipajang dalam seremoni atau dikenang dalam catatan sejarah. Budaya adalah jati diri, marwah, dan pedoman hidup yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
Karena itulah, berbagai aktivitas sosial, budaya, dan kemasyarakatan yang dijalaninya selalu berlandaskan semangat menjaga adat, memperkuat identitas Melayu, serta menanamkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
Menurutnya, kemajuan zaman tidak boleh menjadi alasan untuk melupakan akar budaya. Justru di era modern saat ini, masyarakat perlu semakin memperkuat identitas agar tidak kehilangan arah dan karakter sebagai bangsa yang besar.
“Budaya Melayu mengajarkan adab, sopan santun, persatuan, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai ini harus terus hidup dan menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ireng Maulana.
Komitmen Ireng Maulana dalam menjaga budaya Melayu mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Ia dinilai sebagai salah satu generasi yang tidak hanya bangga mengaku Melayu, tetapi juga aktif menghidupkan nilai-nilai Melayu dalam tindakan nyata. Mulai dari mendukung kegiatan adat, mendorong pelestarian seni budaya, hingga mengajak generasi muda untuk lebih mengenal sejarah dan warisan nenek moyangnya.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, sosok seperti Ireng Maulana menjadi pengingat bahwa kemajuan dan modernitas dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju secara teknologi, tetapi juga bangsa yang mampu menjaga identitas dan menghormati warisan leluhurnya.
Dengan semangat yang terus menyala, Ireng Maulana membuktikan bahwa menjadi anak jati Melayu bukan sekadar status, melainkan tanggung jawab untuk menjaga marwah budaya agar tetap hidup, dihormati, dan diwariskan dari generasi ke generasi.









