PEKANBARU – BACARIAU.COM-Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Pekanbaru melayangkan hak jawab resmi terkait beredarnya video pertengkaran mulut antara Ketua MPC PP Pekanbaru, Iwan Pansa, dengan Suparman di sebuah kedai Kopi, kemarin, 30/04/2026.
Pihak organisasi menyayangkan adanya narasi di beberapa media online, khususnya mediageser.com dan harianlokal.com, yang dinilai provokatif, mengandung unsur SARA, serta melakukan pembunuhan karakter terhadap kepemimpinan Iwan Pansa.
Bantahan Unsur SARA dan Isu Organisasi
Sekretaris MPC PP Pekanbaru menegaskan bahwa berdasarkan rekaman video yang beredar, tidak ditemukan satu kata pun yang bernuansa SARA atau menyebutkan nama organisasi Pemuda Pancasila.
”Peristiwa itu murni persoalan pribadi antara saudara Iwan Pansa dengan Suparman, bukan persoalan antar-suku. Kami juga mengklarifikasi bahwa Iwan Pansa tidak bermarga Pulungan (Batak). Beliau adalah putra Melayu Deli asal Medan,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).
Kondisi Internal Solid dan Berprestasi
Menanggapi tudingan mediageser.com mengenai keretakan internal, pihak MPC PP Pekanbaru menyebut narasi tersebut sebagai fitnah yang tidak berdasar. Media tersebut dianggap hanya mengambil sumber sepihak tanpa melakukan verifikasi internal.
”MPC PP Pekanbaru saat ini adalah salah satu yang terbaik di Riau. Di bawah komando Iwan Pansa, konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting berjalan solid. Kader-kader kami sukses di berbagai bidang, mulai dari legislatif hingga profesional,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa pencapaian di bawah kepemimpinan Iwan Pansa:
1. Penertiban Oknum: Berhasil meminimalisir aksi pungutan liar oleh oknum yang mencatut nama organisasi.
2. Aksi Sosial & Advokasi: Membuka posko pengaduan warga terkait intimidasi debt collector (Matel) serta aktif bersinergi dengan pemerintah dan kepolisian dalam kegiatan sosial.
3. Ketertiban Administrasi: Menjadi salah satu MPC terbaik dalam program KTA-isasi (pendataan anggota).
Terkait adanya pergantian struktur di tingkat PAC hingga KOTI, Sekretaris MPC menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan mekanisme organisasi yang sah sesuai AD/ART. Pergantian dilakukan untuk penyegaran dan mengisi jabatan yang sebelumnya berstatus pelaksana tugas (Plt) atau rangkap jabatan.
”Semua proses, termasuk Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) di tingkat kecamatan dan kelurahan, dilakukan sesuai mekanisme resmi organisasi,” jelasnya.
Pihak organisasi mengimbau agar pihak-pihak di luar Pemuda Pancasila tidak mencampuri urusan internal maupun memberikan penilaian yang tidak berdasar terhadap kualitas pimpinan MPC.
”Penilaian terhadap kinerja kepemimpinan kami adalah kewenangan MPW dan MPN. Orang luar sebaiknya memahami batasan tersebut. Saat ini, kami di MPC, PAC, hingga Ranting berada dalam satu barisan dan satu komando di bawah instruksi Iwan Pansa,” pungkasnya.
PANCASILA, ABADI!!!









