Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Achmad Arief Datuk Majo Urang : Jejak Seorang Putra Minang Yang Mengabdi Melintasi Tiga Zaman

badge-check


					Achmad Arief Datuk Majo Urang : Jejak Seorang Putra Minang Yang Mengabdi Melintasi Tiga Zaman Perbesar

BACARIAU.COM-Di tengah riuhnya sejarah bangsa yang lebih banyak mengingat tokoh-tokoh besar di panggung nasional, terdapat nama-nama yang bekerja dalam senyap namun meninggalkan jejak penting bagi perjalanan Indonesia. Salah satunya adalah Achmad Arief Datuk Majo Urang, putra Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang lahir pada Agustus 1901.

Achmad Arief merupakan bagian dari generasi intelektual bumiputra yang meniti karier sebagai ambtenaar atau pejabat pemerintahan pada masa Hindia Belanda. Di tengah keterbatasan akses dan dominasi kolonial, ia berhasil menempatkan dirinya sebagai sosok yang dipercaya mengemban berbagai tanggung jawab pemerintahan.

Pada tahun 1938, namanya tercatat sebagai anggota Minangkabau Raad, sebuah lembaga representatif masyarakat Minangkabau yang menjadi ruang aspirasi rakyat pada masa kolonial. Keterlibatannya menunjukkan bahwa sejak awal ia telah berada dalam arus pemikiran yang mendorong partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan.

Ketika Jepang menduduki Indonesia, Achmad Arief menjadi salah satu pejabat pribumi yang mencapai kedudukan tertinggi di Sumatera Barat. Pada masa itu, ia dipercaya menduduki jabatan setara residen, sebuah posisi strategis yang memperlihatkan kapasitas dan kepemimpinannya di tengah situasi politik yang penuh ketidakpastian.

Tahun 1943 menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan hidupnya. Bersama sejumlah wakil Sumatera dan tokoh Indonesia lainnya yang berada di Singapura, Achmad Arief termasuk dalam rombongan yang dikirim ke Jepang.

Kehadirannya dalam misi tersebut menunjukkan bahwa ia dipandang sebagai salah satu figur penting yang mewakili suara dan kepentingan masyarakat Sumatera pada masanya.

Pasca Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pengabdiannya tidak berhenti. Negara yang baru lahir membutuhkan sosok-sosok berpengalaman untuk menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

Achmad Arief kemudian dipercaya menjabat sebagai Residen Kalimantan Timur sejak 1 Oktober 1950 hingga 25 September 1954. Dalam masa tugasnya, ia dikenal sebagai birokrat yang berupaya memperkuat fondasi pemerintahan daerah dan mendorong hadirnya ruang representasi rakyat dalam sistem pemerintahan.

Perjalanan hidup Achmad Arief mencerminkan sosok yang mampu bertahan dan mengabdi di tengah pergantian tiga rezim besar: Hindia Belanda, pendudukan Jepang, dan Republik Indonesia. Tidak banyak tokoh yang mampu melewati tiga periode sejarah tersebut dengan tetap menjaga integritas dan komitmen terhadap pelayanan publik.

Ironisnya, sebagaimana banyak tokoh daerah lainnya, catatan tentang akhir hayat Achmad Arief hingga kini belum banyak diketahui publik. Tanggal dan tempat wafatnya masih menjadi bagian dari sejarah yang belum sepenuhnya terungkap. Namun, ketidakjelasan itu tidak menghapus nilai pengabdiannya bagi bangsa.

Achmad Arief Datuk Majo Urang mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu lahir dari sorotan lampu panggung. Ada perjuangan yang berjalan dalam kesunyian, ada dedikasi yang tidak tercatat dalam buku-buku besar sejarah, tetapi tetap menjadi fondasi bagi berdirinya bangsa ini.

Sudah saatnya generasi hari ini kembali mengenang dan menghargai tokoh-tokoh seperti Achmad Arief. Sebab sejarah yang besar dibangun bukan hanya oleh mereka yang terkenal, tetapi juga oleh mereka yang setia mengabdi tanpa meminta dikenang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

MALARIA MENGANCAM PESISIR SINABOI, EKSPEDISI MERAH PUTIH PRESISI POLDA RIAU HADIR DENGAN PELAYANAN KESEHATAN GRATIS

4 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Wamenkes dan Wamendagri ke Riau, Yeni Astuti Tegaskan Pentingnya Peran Kader TB

4 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Lapas Pekanbaru Teguhkan Komitmen Persatuan, Integritas dan Pengabdian

4 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tanam 810 Mangrove Dan Salurkan Berbagai Bantuan Untuk Masyarakat Pesisir Sinaboi

3 Agustus 2026 - 23:09 WIB

Puluhan Oknum Wartawan Pelalawan Diduga Terima Uang Dari Bos Mafia BBM Subsidi

3 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Trending di Berita