Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Penertiban PETI Memanas, Wartawan Jadi Korban Anarkis Sekelompok Preman

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

KUANSING,BACARIAU.COM– Aksi berani jajaran Polres Kuansing menertibkan praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Cerenti, pada Selasa (07/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, berakhir ricuh mencekam. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Raden Ricky Pratidiningrat dan didampingi awak media, justru menjadi sasaran serangan brutal dan anarkis dari sekelompok preman PETI.

Dalam insiden yang menunjukkan betapa bahayanya liputan di ‘sarang’ tambang ilegal, seorang wartawan lokal Kuansing, Ayub Kelana, menjadi korban pengeroyokan keji. Ayub, yang bertugas mendokumentasikan penertiban, harus dilarikan ke puskesmas karena wajahnya babak belur dihantam bogem mentah.

Ayub Kelana kepada Awak media menuturkan momen mengerikan ketika dirinya diserang. Meskipun berada dalam rombongan kepolisian yang seharusnya menjamin keamanan, ia justru diincar.

“Saat penertiban PETI itu, saya lagi liputan yang dipimpin Pak Kapolres Kuansing. Tiba-tiba ada salah satu oknum preman yang saya kenal, memprovokasi dan menghasut oknum preman lainnya untuk menyerang saya,” tutur Ayub.

Penyerangan tersebut menunjukkan betapa beraninya para pelaku kriminal yang diduga kuat membekingi aktivitas ilegal ini. Mereka tak gentar menyerang wartawan yang menjalankan tugas mulia pers.

Aksi brutal sekelompok preman di Desa Pulau Bayur ini tidak hanya melukai jurnalis, tetapi juga menargetkan lambang negara. Menurut Ayub, para pelaku merusak mobil dinas Kapolres Kuansing serta sejumlah mobil operasional Polres lainnya.

Kerusakan pada kendaraan dinas kepolisian ini menjadi bukti nyata tingkat anarkisme dan perlawanan keras dari sindikat tambang ilegal terhadap upaya penegakan hukum. Ini adalah tantangan terbuka terhadap otoritas negara di wilayah tersebut.

“Kita berharap aparat kepolisian untuk mengusut tuntas cara-cara premanisme ini. Ini sudah anarkis dan tidak boleh dibiarkan. Nanti saya juga akan membuat laporan resmi di kepolisian,” tegas Ayub, menyuarakan tuntutan agar kebebasan pers dan martabat penegak hukum dihormati.

Insiden ini menjadi lonceng peringatan keras akan besarnya kekuatan dan keberanian para pelaku PETI di Kuansing, serta mempertanyakan seberapa aman wartawan dan aparat dalam menjalankan tugas di zona merah tambang ilegal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Zulfahmi Tegaskan Perang Narkoba Harus Humanis, GANAS ANNAR MUI Riau Perkuat Rehabilitasi

6 Mei 2026 - 21:04 WIB

GANAS ANNAR MUI Riau Perkuat Langkah Nyata Lawan Narkoba,Tekankan Pentingnya Rehabilitasi dan konseling

6 Mei 2026 - 20:29 WIB

Polsek Tambang Gerak Cepat, Antisipasi Kelangkaan BBM, SPBU di Ingatkan Tertip dan Transparan 

6 Mei 2026 - 19:49 WIB

Narkoba Siap Jual di Kampung Dalam, Disita Polisi 875 Inek dan Sabu

6 Mei 2026 - 19:35 WIB

Perketat Pengawasan, Lapas Narkotika Rumbai Sikat Peredaran Terlarang Lewat Razia dan Tes Urine

6 Mei 2026 - 19:24 WIB

Trending di Berita