Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Kapolda Riau Beri Penghargaan Dua Yayasan, Apresiasi Kontribusi Bangun Jembatan Merah Putih Presisi

badge-check


					Kapolda Riau Beri Penghargaan Dua Yayasan, Apresiasi Kontribusi Bangun Jembatan Merah Putih Presisi Perbesar

PEKANBARU,RIAU
BacaRiau.com
– Komitmen membangun akses dan membuka keterisolasian masyarakat di berbagai wilayah Provinsi Riau mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Atas kontribusi tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan penghargaan kepada dua yayasan yang dinilai aktif berpartisipasi dalam mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Riau.

Dua yayasan yang menerima penghargaan tersebut yakni Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 dan Yayasan Harmoni Nusa.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Polda Riau terhadap kepedulian dan semangat gotong royong yang ditunjukkan kedua yayasan dalam mendukung pembangunan jembatan yang ditujukan untuk memberikan akses lebih baik bagi masyarakat.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi bukan semata-mata berbicara mengenai pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan negara di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan jembatan dapat membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi hingga memperlancar mobilitas warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

“Jembatan ini bukan hanya konstruksi fisik, tetapi merupakan jembatan harapan bagi masyarakat. Di balik setiap jembatan yang dibangun, ada akses yang terbuka, ada ekonomi masyarakat yang bergerak, ada anak-anak yang lebih mudah bersekolah dan ada pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Herry.

Kapolda menegaskan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tidak mungkin hanya mengandalkan kekuatan institusi Polri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, yayasan, relawan serta masyarakat.

“Kami memberikan penghargaan ini bukan sekadar sebagai seremoni, tetapi sebagai bentuk penghormatan kepada pihak-pihak yang telah ikut bergotong royong. Ketika masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan Polri bergerak bersama, maka persoalan yang berat sekalipun bisa kita selesaikan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 serta Yayasan Harmoni Nusa yang telah mengambil bagian dalam mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

Menurut Herry, partisipasi tersebut menunjukkan bahwa semangat membangun Riau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama.

“Saya berharap apa yang dilakukan oleh kedua yayasan ini dapat menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya. Mari kita bangun Riau bukan hanya dengan program pemerintah, tetapi dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama.”

Lebih jauh, Kapolda Riau menegaskan bahwa Polri akan terus mendorong program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.

Jembatan Merah Putih Presisi pun diharapkan tidak hanya menjadi simbol pembangunan, tetapi menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Polri dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok wilayah.

“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa banyak jembatan yang berhasil dibangun, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena pada akhirnya, tugas kita adalah memastikan masyarakat mendapatkan akses, rasa aman, kesempatan untuk berkembang dan kehidupan yang lebih baik.”

Penghargaan kepada kedua yayasan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan membutuhkan kolaborasi. Ketika kepedulian bertemu dengan semangat gotong royong, jembatan yang dibangun bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat dengan masa depan yang lebih baik.

 

Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Pemprov–Polda–TNI Bersatu Hadapi Ancaman Karhutla 2026, SF Hariyanto: Jangan Tunggu Api Membesar!

10 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Denda Pajak Dihapus, Pemutihan PKB Riau Berlaku hingga 31 Agustus 2026

10 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Satu Tahun Kodam XIX/Tuanku Tambusai: Mengabdi, Bersinergi, Menjaga Marwah Bumi Lancang Kuning

10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Satu Tahun Kodam XIX Tuanku Tambusai, Yayasan Tanjak Bertuah Riau: Pertahanan Kuat, Riau Bermartabat

10 Agustus 2026 - 16:11 WIB

Bangun Integritas dan Semangat Kerja, Kalapas Pekanbaru Beri Motivasi Saat Apel Pagi

10 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Trending di Berita