PEKANBARU –BACARIAU.COM– Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) terus memperkuat komitmen dalam memerangi penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan pembinaan dan rehabilitasi moral. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembahasan kerja sama strategis dengan Lapas Narkotika Kelas IIB Pekanbaru guna mendukung program pembinaan warga binaan secara berkelanjutan.Selasa,(14/7/2026).
Ketua Ganas Annar, Zulfahmi, J., M.Psi., menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan pembinaan mental, spiritual, dan psikologis bagi para penyalahguna maupun warga binaan.
“Sinergi dengan Lapas Narkotika Pekanbaru menjadi langkah strategis dalam membangun harapan baru bagi warga binaan. Kami ingin menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek keagamaan, psikologis, dan sosial agar mereka memiliki bekal untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik serta terbebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujar Zulfahmi.
Melalui kolaborasi bersama MUI dan Lapas Narkotika Pekanbaru, Ganas Annar berkomitmen menghadirkan berbagai program seperti penyuluhan bahaya narkoba, pembinaan keagamaan, konseling psikologi, penguatan karakter, serta kegiatan sosial yang mampu meningkatkan kualitas hidup warga binaan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah, ulama, dan organisasi masyarakat dalam mendukung program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, berintegritas, serta berorientasi pada pembinaan dan pemulihan.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Rehabilitasi dan Konseling Ganas Annar, Indra Tanjung, menegaskan bahwa proses rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pemulihan dari ketergantungan narkotika, tetapi juga membangun kembali mental, karakter, dan kepercayaan diri warga binaan agar siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
“Kami meyakini setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Melalui pendampingan psikososial, konseling, pembinaan keagamaan, serta penguatan nilai-nilai kehidupan, warga binaan dapat bangkit menjadi pribadi yang produktif dan tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Sinergi dengan Lapas Narkotika Pekanbaru merupakan langkah nyata untuk menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak positif,” ujar Indra Tanjung.
Ia berharap kolaborasi antara MUI, Ganas Annar, dan Lapas Narkotika Kelas IIB Pekanbaru dapat menjadi model pembinaan yang komprehensif, sehingga mampu menekan angka residivisme kasus narkotika sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, MUI, Ganas Annar, dan Lapas Narkotika Kelas IIB Pekanbaru optimistis mampu melahirkan program-program yang memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari bahaya narkotika.
Penulis: Andi champay









