Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Dugaan Aktivitas Pemurnian Emas Ilegal di Gunung Toar Disorot, Aparat Diminta Usut Jaringan PETI Hingga Penampung

badge-check


					Dugaan Aktivitas Pemurnian Emas Ilegal di Gunung Toar Disorot, Aparat Diminta Usut Jaringan PETI Hingga Penampung Perbesar

KUANTAN SINGINGI – Aktivitas dugaan pengolahan dan pemurnian emas yang berkaitan dengan jaringan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan aktivitas pembelian, penampungan, pembakaran, hingga pemurnian emas mentah yang berlangsung di wilayah pemukiman warga, tepatnya di Desa Teberau Panjang, Kecamatan Gunung Toar.

Kegiatan tersebut diduga berkaitan dengan aliran hasil PETI yang selama ini menjadi persoalan serius karena berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, terutama apabila dalam proses pengolahan menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri.

Berdasarkan informasi yang diterima, aktivitas tersebut diduga melibatkan seseorang berinisial R yang disebut sebagai pihak yang membeli dan mengolah emas hasil tambang ilegal. Namun, hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih memerlukan pendalaman dan klarifikasi dari pihak terkait.

Modus yang diduga terjadi yakni membeli emas mentah dari para penambang, kemudian melakukan proses pembakaran atau pemurnian sebelum didistribusikan kembali ke luar daerah.

Persoalan ini menjadi tantangan bagi aparat penegak hukum, khususnya jajaran Polsek Kuantan Mudik, Polres Kuantan Singingi, hingga Polda Riau, untuk memastikan apakah benar terdapat aktivitas pengolahan emas tanpa izin serta mengambil langkah hukum sesuai aturan yang berlaku.

Masyarakat berharap penanganan PETI tidak hanya berhenti pada para pekerja di lapangan, tetapi juga menyasar pihak-pihak yang diduga menjadi rantai penampungan dan pengolahan hasil tambang ilegal.

“Kalau hanya menangkap pekerja di lapangan, sementara jalur penampungan dan pemodal tidak disentuh, persoalan PETI akan terus berulang,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak yang disebut terkait dugaan aktivitas tersebut.

Publik kini menanti langkah tegas aparat dalam memastikan penegakan hukum sekaligus menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat di wilayah Gunung Toar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Tahniah HUT ke-69 Provinsi Riau, Ketua DPD KNPI Riau: Jadikan Usia 69 Tahun Momentum Memperkuat Persatuan dan Masa Depan Pemuda

9 Agustus 2026 - 15:14 WIB

HUT Riau ke-69, Datuk Firman Edi Serukan Riau Maju Tanpa Kehilangan Jati Diri Melayu

9 Agustus 2026 - 14:47 WIB

69 Tahun Riau, Ferlina Susanti Serukan Persatuan, Kemajuan dan Pelestarian Budaya

8 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Pacu Pertumbuhan Kredit Mikro, BPR Fianka Sukses Gelar Silaturahmi Bersama Agen di Pekanbaru

8 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Esron Napitupulu Resmi Dilaporkan ke Polda Riau, Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Minta Negara Bertindak Tegas

7 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Trending di Berita