PEKANBARU- BACARIAU.COM- Perguruan Silat Tuah Sakti kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga serta melestarikan nilai budaya bela diri Melayu melalui kegiatan Ujian Kenaikan Sabuk (UKS) bagi para pesilat.
Kegiatan UKS tersebut dilaksanakan di Gedung Lama Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, depan Polda Riau, Minggu (14/6/2026), dengan diikuti sebanyak 28 orang siswa (anak murid) Perguruan Silat Tuah Sakti.
Ujian Kenaikan Sabuk ini menjadi momentum penting bagi para pesilat untuk mengukur kemampuan teknik, kedisiplinan, mental, serta pemahaman terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni bela diri.
Pendiri Perguruan Silat Tuah Sakti, Rajo Alam Tubagus Datuk Pesisir Ahmad Abdari, menyampaikan bahwa UKS bukan hanya sekadar pergantian tingkatan sabuk, melainkan proses pembentukan karakter dan tanggung jawab seorang pesilat.
“Silat bukan hanya tentang kemampuan fisik, tetapi bagaimana membentuk pribadi yang memiliki disiplin, adab, rasa tanggung jawab, serta jiwa kesatria. Setiap sabuk yang diraih memiliki makna dan amanah yang harus dijaga,” ujar Rajo Alam Tubagus Datuk Pesisir Ahmad Abdari.
Ia menegaskan, Perguruan Silat Tuah Sakti akan terus berupaya membina generasi muda agar tidak hanya mahir dalam bela diri, tetapi juga memiliki sikap rendah hati, menjunjung persaudaraan, dan mampu menjadi contoh positif di tengah masyarakat.
“Semakin tinggi tingkatan yang dicapai, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga nama baik perguruan dan mengamalkan nilai-nilai silat dalam kehidupan,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan Ujian Kenaikan Sabuk (UKS) ini, Perguruan Silat Tuah Sakti berharap dapat melahirkan pesilat yang tangguh, berakhlak, serta memiliki karakter kuat sebagai generasi penerus bangsa.
Silat Tuah Sakti — menjaga warisan, membentuk karakter, melahirkan pendekar berintegritas.









