Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Aksi Damai Mahasiswa, Tokoh Adat, dan Simpul Kemelayuan di Depan Kantor Agrinas Riau

badge-check


					Aksi Damai Mahasiswa, Tokoh Adat, dan Simpul Kemelayuan di Depan Kantor Agrinas Riau Perbesar

PEKANBARU- BACARIAU.COM– Ratusan massa telah berkumpul sejak pagi hari di depan Kantor Agrinas Provinsi Riau yang berlokasi di Jalan OKM Jamil (belakang MTQ), Selasa (7/4/2026). Mereka terdiri dari mahasiswa, tokoh adat, serta berbagai simpul Kemelayuan yang datang untuk menyuarakan tuntutan keadilan agraria.

Aksi damai ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus desakan terhadap pemerintah agar lebih serius dalam menyelesaikan berbagai persoalan agraria, khususnya yang menyangkut hak ulayat dan konflik lahan yang masih membelit masyarakat adat di Riau.

Dengan membawa spanduk dan atribut perjuangan, massa aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Orasi disampaikan secara bergantian oleh perwakilan mahasiswa dan tokoh adat yang menyoroti pentingnya keadilan, transparansi, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Hadir dalam aksi tersebut perwakilan masyarakat Rantau Kasai, Batin Tenayan, dan Batin Pengambang yang secara langsung menyuarakan keresahan masyarakat adat atas ketidakpastian hukum terhadap wilayah ulayat mereka.

Dalam orasinya, tokoh adat menegaskan bahwa tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan identitas, marwah, dan sumber kehidupan yang harus dijaga serta dilindungi oleh negara. Mereka mendesak agar pemerintah segera memberikan kepastian hukum dan menghentikan praktik-praktik yang merugikan masyarakat adat.

Senada dengan itu, perwakilan Gerakan Masyarakat Adat Melayu Riau (GEMA), Datuk Taraili, menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan keadilan dan tidak membiarkan masyarakat adat berjuang sendiri dalam menghadapi konflik agraria yang berkepanjangan.

“Tanah ulayat adalah jati diri kami. Jika ini terus diabaikan, maka keadilan hanya akan menjadi slogan tanpa makna,” tegasnya di hadapan massa aksi.

Mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut juga mendesak adanya reformasi kebijakan agraria yang lebih berpihak kepada rakyat serta transparansi dalam pengelolaan dan penguasaan lahan di Provinsi Riau.

Aksi berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan massa aksi juga berupaya melakukan dialog dengan pihak terkait guna mendorong solusi konkret atas persoalan yang dihadapi.

Melalui aksi damai ini, seluruh elemen berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan konflik agraria, memberikan kepastian hukum, serta mengakui dan melindungi hak-hak masyarakat adat di Provinsi Riau.

“Hidup Melayu! Tegakkan Marwah! Tanah Ulayat Harga Mati!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Perkuat Komitmen “Say No to Drugs”, Lapas Pekanbaru Gelar Tes Urine Massal Bersama TNI, Polri, dan BNN

6 April 2026 - 19:26 WIB

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

6 April 2026 - 18:00 WIB

Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Perketat Pengawasan: Tes Urine Massal & Razia Hunian, Komitmen Zero Narkoba Ditegaskan

6 April 2026 - 17:57 WIB

Kebersamaan Ninik Mamak Gempar dan PKDP Perkuat Persatuan dan Nilai Adat

6 April 2026 - 17:53 WIB

Polsek XIII Koto Kampar Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Bullying di SD 02 Batu Bersurat, Siswa Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

6 April 2026 - 17:23 WIB

Trending di Berita