PEKANBARU,BACARIAU.COM– 01 April 2026 — Tim Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Riau melakukan penahanan terhadap Tersangka berinisial J dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penguasaan barang bukti berupa Pabrik Mini Kelapa Sawit (PMKS) milik Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Penahanan dilakukan di Kantor Kejati Riau, Rabu (01/04/2026).
Tersangka J yang diketahui pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) Kabupaten Bengkalis pada tahun 2015, sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Nomor: Tap.Tsk-01/L.4/Fd.2/02/2026 tanggal 13 Februari 2026.
Pada hari ini, tersangka menjalani pemeriksaan intensif sejak pukul 09.00 WIB dengan didampingi penasihat hukum. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses penyidikan yang terus dikembangkan guna mengungkap secara terang dan menyeluruh dugaan tindak pidana yang terjadi.
Dalam proses penyidikan, Tim Penyidik telah memeriksa sebanyak 28 orang saksi serta 4 orang ahli, yang terdiri dari Ahli Keuangan Negara, Ahli Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPKP, Ahli Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), serta Ahli terkait Aset Daerah.
Berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Provinsi Riau, perbuatan tersangka diduga telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp30.875.798.000,- (tiga puluh miliar delapan ratus tujuh puluh lima juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu rupiah).
Untuk kepentingan penyidikan, terhadap tersangka dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari ke depan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: PRINT-02/L.4/RT.1/Fd.2/04/2026, terhitung sejak tanggal 01 April 2026 hingga 20 April 2026. Tersangka saat ini dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Pekanbaru.
Kejaksaan Tinggi Riau menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari upaya penegakan hukum serta pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah Provinsi Riau.***









