PEKANBARU,BACARIAU.COM– Barisan Lantang Para Aktivis Indonesia (BALAPATISIA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau, Jalan Jenderal Sudirman No. 467, Pekanbaru, Senin (2/2/2026).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB tersebut diikuti sekitar 50 orang massa dengan membawa berbagai atribut aksi seperti pengeras suara, spanduk, karton tuntutan, bendera, serta ikat kepala.
Dalam pernyataan resminya, BALAPATISIA menyampaikan bahwa aksi tersebut dilaksanakan secara damai dan konstitusional, berlandaskan UUD 1945 Pasal 28 tentang Hak Asasi Manusia serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Soroti Temuan 160 Juta Batang Rokok Ilegal
Aksi ini menyoroti penemuan 160 juta batang rokok ilegal tanpa pita cukai di sebuah gudang di Kota Pekanbaru dengan nilai barang mencapai Rp399,20 miliar serta potensi kerugian negara sekitar Rp213,76 miliar.
BALAPATISIA mendesak Kanwil DJBC Riau untuk mengungkap secara transparan identitas pemilik dan dalang utama dari rokok ilegal tersebut. Mereka juga mempertanyakan mengapa penindakan baru dilakukan sekarang dan bukan sejak awal peredaran rokok ilegal tersebut masuk ke wilayah Riau.
Selain itu, massa aksi mendesak pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk turun langsung melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Provinsi Riau, termasuk memeriksa jajaran pejabatnya tanpa pandang bulu.
Desak Audit dan Pencopotan Pejabat
BALAPATISIA juga menyampaikan tuntutan agar Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya, segera melakukan audit terbuka terhadap kinerja DJBC Riau selama bertahun-tahun serta memeriksa dan mencopot pejabat-pejabat yang dinilai gagal mengungkap dalang rokok ilegal tersebut.
Massa aksi menilai pengungkapan kasus ini bukan sebuah prestasi, melainkan indikasi adanya kelalaian serius bahkan dugaan perselingkuhan integritas antara oknum aparat dengan pelaku kejahatan rokok ilegal.
Pernyataan Massa Aksi
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan I BALAPATISIA, Alvieres Haloho, menegaskan bahwa aksi akan terus dilakukan hingga kasus ini benar-benar dituntaskan.
“Tangkap mafia rokok ilegal di Riau. Kami tidak akan berhenti dan akan terus melakukan aksi demonstrasi sampai keadilan ditegakkan,” teriak Alvieres.
Sementara itu, Koordinator Lapangan II Dicky Pratama secara terbuka mendesak pencopotan pejabat Bea Cukai Riau.
“Pak Menteri Keuangan, kami minta seluruh pejabat Bea Cukai Riau diperiksa dan dicopot. Indikasi permainan ini sangat kuat,” ujarnya.
Koordinator Umum Aksi, Cep Permana Galih, menegaskan bahwa BALAPATISIA akan kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.
“Kami akan melakukan aksi jilid dua dan seterusnya sampai seluruh pejabat Bea Cukai Riau yang terlibat dicopot dan dalang rokok ilegal ditangkap,” tegasnya.
BALAPATISIA menyatakan aksi ini merupakan bentuk kepedulian publik terhadap maraknya peredaran barang ilegal yang merugikan negara dan mencederai wibawa penegakan hukum, khususnya di Provinsi Riau.***









