SUMBAR,BACARIAU.COM-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengambil langkah berani dalam melestarikan warisan leluhur. Mulai tahun ini, Silek Tradisi Minangkabau resmi ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) wajib bagi seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB di wilayah Sumatera Barat.
Kebijakan strategis ini diluncurkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (24/01). Peluncuran ini diikuti secara serentak oleh ribuan pelajar dan jajaran pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dari seluruh kabupaten/kota secara daring.
Bukan Sekadar Bela Diri, Tapi Pembentuk Karakter
Wagub Vasko Ruseimy menegaskan bahwa integrasi silek ke dalam kurikulum pendidikan bukan hanya soal mengajarkan teknik fisik, melainkan upaya mendalam untuk membentuk etika dan jati diri generasi muda.
“Hari ini kita tidak lagi berbicara wacana. Silek Tradisi resmi kita hadirkan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ini adalah kebanggaan Ranah Minang yang harus kita hidupkan kembali,” ujar Vasko dalam sambutannya.
Menurut Vasko, silek adalah kristalisasi dari filosofi ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’. Di dalam setiap gerakannya, terkandung nilai musyawarah, adab, etika sosial, serta spiritualitas yang kuat.
“Silek bukan hanya soal gerak fisik. Di dalamnya ada adab dan cara membangun hubungan sosial yang berakar pada budaya. Inilah yang ingin kita wariskan agar tidak tergerus zaman,” tambahnya.
Standarisasi Melalui Modul Pembelajaran
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Habibul Fuadi, menjelaskan bahwa meski rintisan program ini sudah dimulai sejak Juli 2025, kini pelaksanaannya jauh lebih matang dengan adanya standarisasi.
“Saat ini, program sudah didukung oleh modul pembelajaran yang terstandar. Dengan modul ini, pelaksanaan silek di seluruh satuan pendidikan, baik SMA, SMK, maupun SLB, akan berjalan seragam dan terstruktur,” jelas Habibul.
Ekskul silek ini nantinya akan bersinergi dengan program penguatan karakter lainnya yang sudah berjalan di Sumbar, seperti:
* Tahfiz Al-Qur’an
* Wirid Kolaborasi
* Pramuka
Dukungan Penuh Tokoh dan “Tuo Silek”
Peluncuran ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Sumbar Muhidi, Sekdaprov Arry Yuswandi, jajaran pimpinan OPD, hingga para Tuo-Tuo Silek (tokoh senior silat) dari seluruh penjuru Sumatera Barat.
Dengan kebijakan ini, Pemprov Sumbar berkomitmen mengembalikan kejayaan silek tradisi agar kembali populer dan menjadi identitas yang dibanggakan, tidak hanya di level nasional namun juga di kancah internasional.
Sumber: Padangkita ( Silek Tradisi Minangkabau Resmi Jadi Ekstrakurikuler Wajib SMA Sederajat di Sumbar).***









