PEKANBARU ,BACARIAU.COM– SINERGI PEMUDA RIAU memastikan akan menggelar aksi damai terkait dugaan ketidaklayakan struktur bangunan ruko yang saat ini digunakan sebagai gerai Indomaret di Jalan Yossudarso, Rumbai. Surat pemberitahuan aksi resmi telah disampaikan ke Polresta Pekanbaru melalui Sat Intelkam dan dinyatakan lengkap.
Aksi dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025, pukul 14.00–16.00 WIB, dengan titik aksi di depan bangunan Indomaret Yossudarso sebelum Rumah Duka. Massa yang akan diturunkan mencapai 70 orang, dilengkapi perangkat aksi seperti pengeras suara dan spanduk.
Koordinator SINERGI PEMUDA RIAU, Randi Syaputra dan Hakem Wirayuda, menyebut aksi ini merupakan respon atas temuan penurunan struktur bangunan sekitar 50 cm dan kemiringan signifikan yang terjadi ketika progres pembangunan baru sekitar 60 persen.
Menurutnya, fakta tersebut mengindikasikan potensi kegagalan struktur yang berbahaya bagi keselamatan publik. Namun aktivitas pembangunan tetap dilanjutkan hingga kini bangunan telah difungsikan sebagai gerai ritel.
“Kami sudah menyampaikan pemberitahuan resmi sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998. Aksi ini murni untuk menuntut keselamatan publik. Tidak boleh ada satu pun bisnis beroperasi di bangunan yang menunjukkan kegagalan fondasi,” tegas Randi.
Dalam aksi tersebut, SINERGI PEMUDA RIAU membawa 10 tuntutan utama, di antaranya: penghentian total operasional Indomaret di lokasi tersebut, pemasangan police line, audit struktur oleh Dinas terkait, larangan aktivitas hingga bangunan dinyatakan 100% aman, serta transparansi penuh hasil pemeriksaan kepada publik.
Mereka juga menuntut Pemko Pekanbaru dan Satpol PP untuk mengambil langkah tegas terhadap pemilik dan pengelola bangunan jika terbukti mempertahankan operasional di bangunan yang tidak layak.
Aksi pada 16 Desember 2025 nanti menjadi momentum untuk menekan seluruh pihak agar memastikan keamanan konstruksi sebelum aktivitas publik dilanjutkan di lokasi tersebut.
SINERGI PEMUDA RIAU menegaskan aksi akan berjalan damai, tertib, dan sesuai peraturan, namun membawa pesan keras: keselamatan warga tidak boleh dinegosiasi.***









