Menu

Otomatis
Breaking News

Berita

Tiga Anak Gajah Sumatera Tewas di Riau dalam Kurun 7 Bulan

badge-check

Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

BENGKALIS-BACARIAU.COM- Kabar duka kembali menyelimuti upaya konservasi gajah sumatera di Riau. Dalam tujuh bulan terakhir, tiga anak gajah betina mati, memicu kekhawatiran serius terhadap masa depan spesies yang terancam punah ini.

Kematian terbaru menimpa Nurlela atau Lela, bayi gajah berusia 1 tahun 6 bulan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Bengkalis, Sabtu (22/11/2025). Lela ditemukan tak bernyawa pukul 05.30 WIB setelah sebelumnya terpantau kurang aktif meski masih makan dan minum dengan baik. Kepala BBKSDA Riau Supartono membenarkan kabar ini.

“Tim dokter hewan sudah melakukan nekropsi dan mengambil sampel jaringan. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui penyebab pasti kematian Lela,” ujarnya Minggu (23/11/2025).

Rangkaian duka ini bermula pada 21 April 2025, ketika Gajah Yuni, bayi berusia tiga bulan yang ditemukan terpisah dari kelompoknya di Kampar, meninggal dunia.

“Upaya mengasuhnya oleh induk gajah Puja gagal, dan Yuni mengalami stres berat,” kata Supartono. Hasil laboratorium menunjukkan Yuni mengidap pneumonia serta radang lambung dan usus.

Kesedihan kembali menyergap pada 10 September 2025, saat Gajah Tari, anak gajah betina berusia 2 tahun dari Taman Nasional Tesso Nilo, tewas akibat EEHV, virus mematikan bagi anak gajah.

“Virus ini dikenal sangat agresif dan sering menjadi penyebab kematian mendadak,” jelas Supartono.

Kematian Yuni, Tari, dan Lela menjadi pukulan telak bagi upaya pelestarian. “Tiga-tiganya adalah anak gajah betina yang sangat penting bagi regenerasi populasi. Kehilangan mereka dalam waktu singkat ini benar-benar berat bagi konservasi di Riau,” tegas Supartono.

Tragedi ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap gajah sumatera tidak hanya datang dari luar seperti perburuan dan kerusakan habitat, tetapi juga masalah internal pusat konservasi seperti stres, penyakit, dan penolakan induk asuh.

Sambil menunggu hasil lengkap pemeriksaan Lela, suasana duka menyelimuti PKG Sebanga. Rentetan kematian ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar strategi konservasi diperkuat dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

 

Sumber: Rtv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Juga:

Bukan Sekadar Perayaan, 71 Tahun Polantas Aceh Tegaskan Pengabdian untuk Masyarakat

22 Sep 2026 - 19:02 WIB

Bukan Sekadar Perayaan, 71 Tahun Polantas Aceh Tegaskan Pengabdian untuk Masyarakat

Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri, Polda Aceh Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Pelayanan Publik

22 Sep 2026 - 18:35 WIB

Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri, Polda Aceh Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Pelayanan Publik

Polantas Aceh Tanamkan Budaya Keselamatan di SMA Negeri 1 Peukan Bada

22 Sep 2026 - 17:51 WIB

Polantas Aceh Tanamkan Budaya Keselamatan di SMA Negeri 1 Peukan Bada

Tak Hanya Upacara, Polantas Aceh Bawa Pesan Keselamatan ke Generasi Muda

21 Sep 2026 - 16:49 WIB

Tak Hanya Upacara, Polantas Aceh Bawa Pesan Keselamatan ke Generasi Muda

Jumat Berkah Polantas Karib Polda Aceh, 200 Paket Sembako untuk Komunitas Ojol

18 Sep 2026 - 16:24 WIB

Jumat Berkah Polantas Karib Polda Aceh, 200 Paket Sembako untuk Komunitas Ojol
Trending di Berita