Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Perkuat Hubungan Budaya Serta potensi di Riau,Tiga Duta Besar Kunjungi LAMR 

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

PEKANBARU- BACARIAU.COM– Tiga duta besar dan perwakilan negara sahabat dari Bangladesh, Fiji, dan Rwanda melakukan kunjungan ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) di Pekanbaru, Selasa pagi (19/8/2025). Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan budaya serta meninjau potensi investasi di Provinsi Riau.

Kunjungan ini diisi dengan dialog dan silaturahmi antara para duta besar dengan pimpinan LAMR. Hadir dalam rombongan, Duta Besar Bangladesh H.E. Mr. Md Tarikul Islam bersama Personal Officer Mr. Sardar Habibur Rahman, Charge d’Affaires (CDA) Fiji Mr. Solomone Marlbrough Momoivalu bersama asisten, serta Duta Besar Rwanda Abdul Karim Harelimana dan istrinya, Zura Mukantabana.

Ketiga delegasi disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Marjohan Yusuf dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil.

Menurut Widi, pendamping para Dubes negara sahabat tersebut, kunjungan ke LAMR ini dilakukan sebelum mereka bertolak ke Kabupaten Kuantan Singingi untuk menghadiri Festival Pacu Jalur 2025. “Para Dubes ini ingin memahami budaya Melayu Riau dan meninjau potensi kerja sama serta investasi di daerah ini,” ujarnya.

Dalam dialog, Datuk Seri Taufik menjelaskan bahwa sejarah panjang Melayu Riau menjadi akar kuat dari kebudayaan nasional. Budayawan masional ini juga menyebutkan bahwa sebelum kemerdekaan Indonesia, terdapat sembilan kerajaan di wilayah Riau yang kemudian bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satu yang paling dikenal adalah Sultan Syarif Kasim II yang menyumbangkan satu juta gulden untuk perjuangan kemerdekaan.

“Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu Riau,” ujar Datuk Seri Taufik. Seraya menambahkan bahwa saat ini terdapat enam variasi bahasa Melayu di Riau, termasuk dialek khas Kuansing.

Sementara itu, Datuk Seri Marjohan menekankan bahwa masyarakat Melayu sangat menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman sejak masa kerajaan. Beliau juga menegaskan komitmen LAMR untuk terus memberikan kontribusi pemikiran terhadap isu-isu kebudayaan dan lingkungan.

“Riau memiliki banyak potensi investasi, antara lain di sektor pertanian seperti kelapa, kopi, karet, dan sagu, serta di sektor kelautan dan perminyakan,” kata Datuk Seri Marjohan.

Dalam sesi tanya jawab, Duta Besar Bangladesh sempat mempertanyakan alasan Bahasa Melayu menjadi dasar Bahasa Indonesia. Datuk Seri Taufik menjelaskan, pada masa kejayaan Sriwijaya, Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa perdagangan karena sifatnya yang mudah dipahami dan menyebar luas.

Menariknya, Duta Besar Fiji mengungkapkan bahwa beberapa kosa kata dalam Bahasa Indonesia mirip dengan Bahasa Fiji, seperti “wanita”, “makan”, “telinga”, dan “kuku”. Datuk Seri Taufik menanggapi bahwa kesamaan ini kemungkinan besar merupakan pengaruh dari sejarah pelayaran orang Melayu yang menjangkau hingga ke Fiji dan Madagaskar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Tahniah HUT ke-69 Provinsi Riau, Ketua DPD KNPI Riau: Jadikan Usia 69 Tahun Momentum Memperkuat Persatuan dan Masa Depan Pemuda

9 Agustus 2026 - 15:14 WIB

HUT Riau ke-69, Datuk Firman Edi Serukan Riau Maju Tanpa Kehilangan Jati Diri Melayu

9 Agustus 2026 - 14:47 WIB

69 Tahun Riau, Ferlina Susanti Serukan Persatuan, Kemajuan dan Pelestarian Budaya

8 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Pacu Pertumbuhan Kredit Mikro, BPR Fianka Sukses Gelar Silaturahmi Bersama Agen di Pekanbaru

8 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Esron Napitupulu Resmi Dilaporkan ke Polda Riau, Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Minta Negara Bertindak Tegas

7 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Trending di Berita