Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

BPP DIR Gelar FGD, Bahas Naskah Akademis Daerah Istimewa Riau 

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

PEKANBARU – BACARIAU.COM– Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) kembali menggelar rapat terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Naskah Akademis Daerah Istimewa Riau, pada Senin pagi (18/8), di ruang rapat Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

FGD ini menghadirkan dua pemantik, yakni Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) sekaligus Ketua Tim Naskah Akademis DIR, Prof. Dr. Junaidi, serta Ketua BPP DIR yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, H. Taufik Ikram Jamil. Diskusi dipandu langsung oleh Sekretaris Umum DPH LAMR, Datuk H. Jonnaidi Dasa.

Melalui forum ini, BPP DIR menekankan pentingnya memperdalam kajian akademis terkait perwujudan Daerah Istimewa Riau, baik dari aspek historis, sosiologis, maupun yuridis. Naskah akademis tersebut diharapkan menjadi landasan konseptual yang kuat dalam memperjuangkan pengakuan resmi status keistimewaan Riau.

FGD kedua ini juga menjadi ruang partisipasi berbagai pihak untuk memberikan masukan dalam penyempurnaan naskah, sekaligus memperkuat argumentasi tentang urgensi Daerah Istimewa Riau.

Datuk Seri Taufik Ikram Jamil dalam sambutannya mengatakan bahwa wacana Daerah Istimewa Riau bukan hanya sekadar gagasan politik, melainkan pengakuan bangsa terhadap budaya Melayu Riau sebagai akar peradaban di negeri ini.

“Daerah Istimewa Riau adalah bentuk penghormatan bangsa terhadap tamadun Melayu Riau. Karena berbicara budaya, berarti kita juga membicarakan tentang kehidupan sosial, ekonomi, dan berbagai aspek yang terkait dengan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Datuk Seri Taufik menekankan bahwa cita-cita ini sejalan dengan harapan masyarakat Riau yang mendambakan kemajuan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya.

“Kita ingin masyarakat Riau maju dalam segala bidang, tetapi tetap berpegang pada marwah Melayu. Itulah yang menjadi harapan bersama,” kata Datuk Seri Taufik.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Tahniah HUT ke-69 Provinsi Riau, Ketua DPD KNPI Riau: Jadikan Usia 69 Tahun Momentum Memperkuat Persatuan dan Masa Depan Pemuda

9 Agustus 2026 - 15:14 WIB

HUT Riau ke-69, Datuk Firman Edi Serukan Riau Maju Tanpa Kehilangan Jati Diri Melayu

9 Agustus 2026 - 14:47 WIB

69 Tahun Riau, Ferlina Susanti Serukan Persatuan, Kemajuan dan Pelestarian Budaya

8 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Pacu Pertumbuhan Kredit Mikro, BPR Fianka Sukses Gelar Silaturahmi Bersama Agen di Pekanbaru

8 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Esron Napitupulu Resmi Dilaporkan ke Polda Riau, Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Minta Negara Bertindak Tegas

7 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Trending di Berita