Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

SBY: Negara Kuat Bisa Runtuh Jika Pemimpinnya Absolut dan Di Atas Hukum

badge-check


					SBY: Negara Kuat Bisa Runtuh Jika Pemimpinnya Absolut dan Di Atas Hukum Perbesar

JAKARTA – BACARIAU.COM – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan bagaimana negara dan peradaban besar bisa runtuh akibat kesewenang-wenangan penguasa. Peringatan tersebut disampaikan SBY dalam acara “The World Disorder and The Future of Our Civilization” yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2025).

“Negara yang kuat pun bisa jatuh lantaran para pemimpinnya meletakkan diri di atas pranata hukum, di atas sistem yang adil, dan di atas kesetiaan sejati terhadap negara dan rakyatnya,” tegas SBY di hadapan peserta forum.

Dalam pidato bernada peringatan itu, SBY menyebut bahwa kekuasaan yang tidak terkendali dapat menjadi sumber kehancuran. Ia mengutip contoh dari sejarah Eropa seperti Raja Louis XIV dan Louis XVI, yang menjalankan kekuasaan absolut dan mengabaikan suara rakyat, hingga akhirnya memicu revolusi dan keruntuhan monarki.

SBY juga mengingatkan bahwa kekuasaan yang mutlak dapat melahirkan kezaliman. Ia mengutip pernyataan Lord Acton yang terkenal: “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.”

Menurut SBY, gejala-gejala keruntuhan peradaban bisa diawali dari tindakan pemimpin yang anti-kritik, menempatkan dirinya di atas hukum, serta mengendalikan institusi untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

“Pemimpin yang tak bisa dikritik, merasa tak bisa disentuh hukum, dan menjadikan negara sebagai milik sendiri, akan menggiring bangsa pada jalan kehancuran,” tambahnya.

Acara tersebut dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta beberapa mantan pejabat negara. Forum ini membahas tantangan global dan pentingnya menjaga demokrasi serta supremasi hukum di tengah dinamika politik dunia.

SBY mengakhiri pidatonya dengan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga nilai-nilai demokrasi, hukum, dan keadilan sosial agar bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahan sejarah yang pernah terjadi di berbagai belahan dunia.

 

📌 Sumber: Merdeka, Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Penuh Khidmat, Rutan Pekanbaru Gelar Salat Id dan Serahkan Remisi untuk 885 Warga Binaan

22 Maret 2026 - 02:30 WIB

RokanNet Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H

21 Maret 2026 - 02:35 WIB

Berlangsung Meriah, Wako Pekanbaru Lepas Takbir Akbar Jalan Kaki 1000 Obor

20 Maret 2026 - 23:36 WIB

Pemuda Pancasila Ranting Kampung Dalam Berbagi Kebahagiaan Sambut Idul Fitri 1447 H / 2026 M

20 Maret 2026 - 15:04 WIB

Lapas Kelas IIA Pekanbaru Sampaikan Klarifikasi atas Pemberitaan Dugaan Pelanggaran

20 Maret 2026 - 14:13 WIB

Trending di Berita