PEKANBARU- BACARIAU.COM- Sabtu, 22 Agustus 2026 — Pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan anak membaca, berhitung, dan menghafal pelajaran. Pendidikan juga harus membentuk keberanian, kedisiplinan, rasa hormat, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.
Semangat itulah yang mewarnai pembukaan kegiatan ekstrakurikuler di SDN 51 Pekanbaru, dengan menghadirkan Perguruan Silat Tuah Sakti sebagai salah satu wadah pembinaan karakter dan pengembangan bakat peserta didik.
Kegiatan pembukaan semakin semarak dengan atraksi pencak silat Perguruan Tuah Sakti yang menampilkan ketangkasan, kekompakan, disiplin gerak, serta nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni bela diri tradisional Indonesia.
Perguruan Silat Tuah Sakti didirikan oleh Raja Alam Tubagus Datuk Pesisir Ahmad Abdari. Kehadiran perguruan tersebut di lingkungan sekolah bukan sekadar memperkenalkan teknik bela diri, tetapi menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kehidupan kepada generasi muda.
Silat mengajarkan bahwa kekuatan bukan untuk menyakiti, tetapi untuk menjaga. Keberanian bukan berarti mencari pertikaian, melainkan mampu berdiri teguh ketika menghadapi tantangan. Dan kemenangan sejati bukan ketika mampu menjatuhkan lawan, tetapi ketika mampu mengendalikan diri.
Raja Alam Tubagus Datuk Pesisir Ahmad Abdari, selaku pendiri Perguruan Silat Tuah Sakti, menegaskan bahwa pembinaan silat sejak usia sekolah merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda.
«“Kami ingin anak-anak mengenal silat bukan hanya sebagai bela diri, tetapi sebagai jalan untuk membangun disiplin, akhlak, keberanian, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya sendiri. Silat mengajarkan kekuatan yang disertai pengendalian diri,” ujarnya.»
Menurutnya, sekolah merupakan ruang strategis untuk memperkenalkan kembali warisan budaya bangsa kepada generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya global.
Karena itu, ekstrakurikuler silat diharapkan tidak berhenti pada latihan fisik dan atraksi semata. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang pembentukan karakter agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, santun dalam sikap, serta memiliki rasa bangga terhadap identitas budaya Indonesia.
Pembukaan ekstrakurikuler di SDN 51 Pekanbaru menjadi pesan bahwa budaya tidak akan hidup hanya karena dikenang, tetapi karena diwariskan dan dipraktikkan oleh generasi berikutnya.
Di tangan anak-anak sekolah hari ini, silat bukan sekadar jurus. Ia adalah warisan nilai, disiplin, keberanian, persaudaraan, dan jati diri.
Dari halaman sekolah, Tuah Sakti menanamkan langkah. Dari langkah itu, diharapkan lahir generasi yang tangguh, berkarakter, dan berbudaya.









