Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Pernah Dihuni 300 Orang Sekaligus! Inilah Rumah Gadang Terpanjang di Sumatera Barat yang Ada di Sulit Air

badge-check


					Pernah Dihuni 300 Orang Sekaligus! Inilah Rumah Gadang Terpanjang di Sumatera Barat yang Ada di Sulit Air Perbesar

BACARIAU.COM-Nagari Sulit Air tidak hanya tersohor karena ketangguhan perantaunya, tetapi juga karena warisan arsitekturnya yang luar biasa. Di Jorong Silungkang, Kecamatan X Koto Diatas, berdiri sebuah monumen sejarah bernama Rumah Gadang 20 Ruang, yang memegang predikat sebagai Rumah Gadang terpanjang di seluruh Sumatera Barat.

Bangunan ikonik ini bukan sekadar hunian, melainkan simbol kejayaan adat yang telah terdaftar resmi sebagai cagar budaya dengan nomor inventaris 03/BCB-TB/A/15/2007.

Perjalanan Sejarah: Bangkit dari Abu Kebakaran
Sesuai namanya, bangunan ini memiliki keunikan yang jarang ditemukan pada rumah adat Minangkabau lainnya, yaitu jumlah kamar atau bilik yang mencapai 20 buah.

Sejarah mencatat, rumah ini pertama kali dibangun pada tahun 1820. Namun, sebuah musibah kebakaran hebat sempat menghanguskan bangunan aslinya. Tak ingin kehilangan jati diri, masyarakat mulai membangunnya kembali pada tahun 1901 dan berhasil merampungkannya pada 1907.

Terdapat perbedaan mencolok antara bangunan asli dan versi rekonstruksinya:

Bangunan Asli (1820): Beratap ijuk dengan dinding penuh ukiran khas Minangkabau yang detail.

Bangunan Sekarang (1907): Atapnya berganti menjadi seng dan dindingnya tampil lebih sederhana tanpa ukiran (polos), mencerminkan transisi zaman saat pembangunan kembali dilakukan.

Pernah Dihuni 300 Jiwa di Bawah Satu Atap
Membayangkan kehidupan di Rumah Gadang 20 Ruang adalah membayangkan sebuah harmoni dalam keramaian. Dahulu, rumah ini dikabarkan mampu menampung hingga 300 orang secara bersamaan.

Kehidupan di dalamnya diatur dengan sangat tertib oleh struktur adat yang kuat:

Kepemimpinan Datuk: Rumah ini dibagi menjadi dua bagian utama. Bagian pangkal dipimpin oleh Datuk Tamaruhun, sedangkan bagian ujung berada di bawah wewenang Datuk Ampang Limo.

Peran Bundo Kanduang: Ada dua orang Bundo Kanduang yang bertugas memastikan kehidupan sosial dan ketertiban di dalam rumah terpanjang ini berjalan selaras.

Fungsi Saat Ini: Rumah Perlindungan dan Pusat Adat
Meskipun zaman telah berubah, denyut kehidupan di Rumah Gadang 20 Ruang tidak pernah mati. Saat ini, rumah bersejarah tersebut masih dihuni oleh keturunan dari kedua Datuk tersebut, terutama bagi mereka yang belum memiliki hunian pribadi. Kini terdapat empat keluarga yang mendiami rumah megah ini.

Selain sebagai tempat tinggal, bangunan ini tetap memegang peranan vital dalam tatanan sosial Nagari Sulit Air:

Pusat Upacara Adat: Tempat berkumpulnya para ninik mamak dan penghulu untuk bermusyawarah.

Gelanggang Baralek: Menjadi lokasi utama pelaksanaan pesta pernikahan atau baralek bagi keturunan kaum Datuk Tamaruhun dan Datuk Ampang Limo.

Rumah Gadang 20 Ruang adalah bukti nyata bahwa arsitektur tradisional mampu menjadi pemersatu kaum lintas generasi. Bagi traveler yang berkunjung ke Solok, menyaksikan langsung kemegahan rumah terpanjang ini adalah pengalaman yang akan membawa Anda menyelami kedalaman budaya Minangkabau.

 

 

Sumber: Wikipedia bahasa indonesia (Rumah Gadang 20 Ruang di Sulik Air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Esron Napitupulu Resmi Dilaporkan ke Polda Riau, Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Minta Negara Bertindak Tegas

7 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, PT Palma Agung Bertuah Dorong Lapangan Kerja dan Ketahanan Pangan

6 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Pajero Hantam Tiga Pemotor, Korban Terpental hingga Patah Tulang

5 Agustus 2026 - 17:40 WIB

MALARIA MENGANCAM PESISIR SINABOI, EKSPEDISI MERAH PUTIH PRESISI POLDA RIAU HADIR DENGAN PELAYANAN KESEHATAN GRATIS

4 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Wamenkes dan Wamendagri ke Riau, Yeni Astuti Tegaskan Pentingnya Peran Kader TB

4 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Trending di Berita