Menu

Otomatis
Breaking News

Berita

Hampir 13 Tahun,Akhirnya Bunga Langka Ini Ditemukan di Sumpur Kudus  

badge-check

Hampir 13 Tahun,Akhirnya Bunga Langka Ini Ditemukan di Sumpur Kudus    Perbesar

SUMBAR-BACARIAU.COM-Penemuan Rafflesia Hasseltii yang viral di Sumatera Barat bukan hanya soal keberhasilan ilmuwan menemukan bunga langka ini setelah 13 tahun pencarian. Di balik mekarnya sang “raksasa merah” yang hanya bertahan tujuh hari itu, ada fakta menarik tentang bagaimana hewan-hewan liar. Mulai dari babi hutan, rusa, tupai, hingga semut, ternyata menjadi pelindung alami yang menjaga kelestariannya di tengah hutan hujan primer.

Raflesia Hasseltii memang hidup sepenuhnya sebagai parasit pada tumbuhan Tetrastigma lanceolarium yang hanya tumbuh di hutan hujan primer. Karena itu, keberadaan fauna liar yang lalu-lalang menjadi bagian penting dari siklus hidupnya, terutama dalam penyebaran biji dan penyerbukan.

Rafflesia Hasseltii termasuk famili Rafflesiaceae dan dikenal sebagai salah satu spesies paling langka di Indonesia. Ia tidak memiliki batang, daun, maupun akar, sehingga sepenuhnya bergantung pada inangnya. Karena teknologi budidayanya belum ditemukan, satu-satunya cara mempertahankan kelestarian spesies ini adalah melindungi habitat aslinya.

Sebelumnya, momen penemuan bunga ini menjadi viral setelah video Septian Andriki atau Deki tersebar di media sosial. Dalam rekaman, ia terlihat berjongkok sambil menyorot bunga menggunakan baterai ponselnya, tak kuasa menahan air mata.

“Selama 13 tahun. Saya sangat beruntung,” ujar Deki dengan suara bergetar.

Deki dan Dr. Chris Thorogood dari University of Oxford Botanic Garden and Arboretum menembus hutan hujan Sumatera siang dan malam, melintasi wilayah yang bahkan dijaga harimau, hanya untuk menemukan bunga langka ini. Dr. Chris kemudian membagikan foto Rafflesia hasseltii di akun X miliknya.

“Kami menemukannya! Kami berjalan siang dan malam melintasi hutan hujan Sumatra yang dijaga ketat oleh harimau… Hanya sedikit orang yang pernah melihat bunga ini, dan kami menyaksikannya mekar di malam hari. Ajaib,” tulisnya.

Penemuan bersejarah ini terjadi pada Selasa (18/11/) di Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Juga:

Bukan Sekadar Perayaan, 71 Tahun Polantas Aceh Tegaskan Pengabdian untuk Masyarakat

22 Sep 2026 - 19:02 WIB

Bukan Sekadar Perayaan, 71 Tahun Polantas Aceh Tegaskan Pengabdian untuk Masyarakat

Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri, Polda Aceh Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Pelayanan Publik

22 Sep 2026 - 18:35 WIB

Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri, Polda Aceh Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Pelayanan Publik

Polantas Aceh Tanamkan Budaya Keselamatan di SMA Negeri 1 Peukan Bada

22 Sep 2026 - 17:51 WIB

Polantas Aceh Tanamkan Budaya Keselamatan di SMA Negeri 1 Peukan Bada

Tak Hanya Upacara, Polantas Aceh Bawa Pesan Keselamatan ke Generasi Muda

21 Sep 2026 - 16:49 WIB

Tak Hanya Upacara, Polantas Aceh Bawa Pesan Keselamatan ke Generasi Muda

Jumat Berkah Polantas Karib Polda Aceh, 200 Paket Sembako untuk Komunitas Ojol

18 Sep 2026 - 16:24 WIB

Jumat Berkah Polantas Karib Polda Aceh, 200 Paket Sembako untuk Komunitas Ojol
Trending di Berita