JAKARTA- BACARIAU.COM-12 April 2026 — Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI yang digelar di Jakarta, Sabtu malam.
Terpilihnya Sugiono menandai kelanjutan estafet kepemimpinan organisasi pencak silat nasional setelah kepemimpinan panjang Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Sugiono menyampaikan penghormatan mendalam atas dedikasi dan pengabdian Prabowo yang telah membina pencak silat selama kurang lebih 38 tahun sejak 1988.
“Ada satu rasa haru yang begitu besar. Beliau telah mendedikasikan waktu yang sangat panjang untuk pencak silat. Tanpa ketulusan dari lubuk hati terdalam, hal tersebut tidak mungkin tercapai,” ujar Sugiono.
Sugiono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI periode 2021–2025 menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penguatan pencak silat, tidak hanya sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga sebagai warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Ia mengakui bahwa amanah yang diembannya merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga capaian organisasi sekaligus mendorong pencak silat semakin berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami merasa terhormat, namun juga menyadari besarnya harapan yang kini berada di pundak kami untuk melanjutkan seluruh capaian yang telah ditorehkan,” tambahnya.
Ucapan selamat turut disampaikan oleh Rajo Alam Tubagus Datuk pesisir Ahmad Abdari, pendiri Perguruan Silat Tuah Sakti Riau. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Sugiono dan berharap PB IPSI di bawah kepemimpinan baru dapat semakin memperkuat eksistensi pencak silat sebagai identitas bangsa.
“Selamat atas amanah yang diberikan. Semoga kepemimpinan ini mampu membawa pencak silat Indonesia semakin berjaya dan mendunia, serta tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
“Ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi momentum pembuktian. PB IPSI harus mampu menjaga marwah pencak silat sebagai identitas bangsa, bukan sekadar mengejar medali,” Tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan pencak silat terletak pada akar budayanya. Tanpa komitmen menjaga nilai-nilai tersebut, pencak silat berisiko kehilangan ruhnya di tengah ambisi prestasi semata.
Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan PB IPSI dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga, membina, dan mengembangkan pencak silat sebagai kebanggaan Indonesia.









