Menu

Otomatis
Breaking News

Berita

Besok,Gerakan Masyarakat Adat Gelar Aksi di Depan Polda Riau:Suara Tanah,Suara Keadilan

badge-check

Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

PEKANBARU –BACARIAU.COM– Gelombang perlawanan dari akar rumput kembali menguat. Gerakan masyarakat adat di Riau menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Riau pada Selasa (7/4/2026).

Aksi ini bukan sekadar turun ke jalan. Ini adalah bentuk akumulasi kekecewaan atas berbagai persoalan yang tak kunjung menemukan keadilan—mulai dari konflik lahan, dugaan perampasan wilayah adat, hingga lemahnya perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Para tokoh adat, panglima, dan perwakilan komunitas dari berbagai wilayah di Riau dijadwalkan hadir, membawa satu suara: menuntut keadilan yang selama ini terasa menjauh dari tanah mereka sendiri.

“Kami datang bukan untuk mencari gaduh, tapi untuk menagih keadilan. Tanah adat bukan untuk dirampas, dan hukum tidak boleh tumpul ke atas,” tegas salah satu perwakilan massa aksi.Senin,(06/04/2026).

Massa juga mendesak aparat penegak hukum agar bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam konflik agraria yang merugikan masyarakat adat. Selain itu, mereka meminta adanya kepastian hukum serta perlindungan nyata dari negara.

Aksi ini akan diawali dengan titik kumpul di Bundaran Keris, Jalan Diponegoro, Pekanbaru pada pukul 08.00 WIB sebelum bergerak menuju Markas Polda Riau. Seluruh peserta diimbau mengenakan pakaian hitam serta tanjak atau peci hitam sebagai simbol solidaritas.

Peserta juga diharapkan menjaga ketertiban, tidak terprovokasi, serta tetap menjunjung tinggi nilai adat, hukum, dan etika dalam menyampaikan aspirasi demi terciptanya aksi yang damai, bermartabat, dan berwibawa.

Namun demikian, massa menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat dalam menyampaikan aspirasi.

Gerakan ini menjadi pengingat bahwa suara masyarakat adat tidak bisa lagi diabaikan. Ketika ruang dialog menyempit, jalanan menjadi tempat terakhir untuk menyuarakan kebenaran.

“Jika tanah kami diambil, maka kami tidak lagi punya pilihan selain berdiri dan melawan.”***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Juga:

Jumat Berkah Polantas Karib Polda Aceh, 200 Paket Sembako untuk Komunitas Ojol

18 Sep 2026 - 16:24 WIB

Jumat Berkah Polantas Karib Polda Aceh, 200 Paket Sembako untuk Komunitas Ojol

Dari Jalanan untuk Sesama, Tanjak Bertuah Riau Kembali Tebar Kepedulian

18 Sep 2026 - 15:11 WIB

Dari Jalanan untuk Sesama, Tanjak Bertuah Riau Kembali Tebar Kepedulian

Hulu Balang LAMR Pekanbaru Dikukuhkan, Benteng Marwah dan Ketenteraman Negeri

18 Sep 2026 - 00:21 WIB

Hulu Balang LAMR Pekanbaru Dikukuhkan, Benteng Marwah dan Ketenteraman Negeri

Polres Bengkalis Ungkap Kasus Penganiayaan, Terduga Pelaku Diamankan

17 Sep 2026 - 21:09 WIB

Polres Bengkalis Ungkap Kasus Penganiayaan, Terduga Pelaku Diamankan

Bukan Sekadar Tilang, Polantas Karib Bangun Kesadaran Pengendara di Pasar Induk Lambaro

17 Sep 2026 - 20:48 WIB

Bukan Sekadar Tilang, Polantas Karib Bangun Kesadaran Pengendara di Pasar Induk Lambaro
Trending di Berita