KUANTAN SINGINGI — Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan dengan menggelar program pembelajaran membaca dan menulis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar Kuantan Singingi sebagai langkah konkret menghadirkan pendidikan yang inklusif di dalam lapas.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung bagi WBP sebagai bekal penting dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terjadwal dengan pendampingan tutor SKB dan petugas pemasyarakatan, serta materi yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing WBP.
Antusiasme tinggi yang ditunjukkan para WBP selama mengikuti kegiatan menjadi indikator kuat bahwa program ini memberikan dampak positif. Selain meningkatkan kemampuan literasi, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat perubahan dan harapan baru bagi para warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan, Arip Herdian, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan yang berorientasi pada perubahan nyata.
“Pembinaan di dalam lapas bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi bagaimana kami memastikan setiap WBP memiliki bekal yang cukup saat kembali ke masyarakat. Literasi adalah fondasi utama untuk membangun kemandirian dan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong penguatan program pendidikan bagi WBP melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami ingin pembinaan ini benar-benar berdampak, bukan sekadar formalitas. Harapannya, WBP mampu berubah, memiliki keterampilan dasar, dan siap berintegrasi kembali di tengah masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Teluk Kuantan menegaskan arah pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial, dengan menjadikan literasi sebagai pintu utama perubahan.









