JAKARTA – BACARIAU.COM– Operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel membuat Partai Gerindra tersudut. Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memilih irit bicara ketika dimintai tanggapan soal nasib politik kadernya itu.
“Saya cek lagi. Saya belum tahu,” kata Dasco singkat di kompleks parlemen, Kamis (21/8/2025).
Noel diketahui pernah maju sebagai calon legislatif Gerindra di Kalimantan Utara pada Pemilu 2024 meski gagal lolos ke Senayan. Ia kemudian dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenaker pada Oktober 2024. Namun, kurang dari setahun menjabat, Noel justru ditangkap KPK atas dugaan pemerasan terkait sertifikasi K3.
Sosok Noel memang penuh liku politik. Sebelum merapat ke Gerindra, ia dikenal sebagai Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) yang aktif mendukung Jokowi di dua periode pilpres. Pada Pilpres 2024, ia sempat menyatakan dukungan kepada Ganjar Pranowo, lalu mencabutnya dan berbalik mendukung Prabowo Subianto hingga membentuk Prabowo Mania 08.
Kini, jejak politiknya kembali terhenti di tengah pusaran kasus korupsi. Penangkapan Noel dibenarkan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. “Benar,” katanya. Namun, KPK menegaskan pemeriksaan masih berjalan dan status hukum Noel belum diumumkan secara resmi.
Kasus ini membuat Noel tercatat sebagai pejabat kabinet Prabowo Subianto pertama yang terjaring operasi KPK. Situasi tersebut menimbulkan tekanan publik, baik kepada KPK untuk segera menjelaskan detail perkara, maupun kepada Gerindra untuk menentukan sikap terhadap kader yang kini menjadi sorotan negatif. ***









