Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Momentum Idul Adha 1446 H ,Randi Kurniawan: Qurban Tentang Memberi, Bukan Hanya Menyembelih

badge-check


					Momentum Idul Adha 1446 H ,Randi Kurniawan: Qurban Tentang Memberi, Bukan Hanya Menyembelih Perbesar

PEKANBARU – BACARIAU.COM – Momen setiap tahun, Idul Adha datang membawa suara takbir yang membelah pagi dan aroma pengorbanan yang meresap ke hati. Tapi di balik hiruk-pikuk pembagian daging dan gemuruh penyembelihan, ada pertanyaan yang sering luput kita renungkan: apa sebenarnya yang kita kurbankan?

Nabi Ibrahim tak sedang sekadar menyembelih. Ia diminta menyerahkan yang paling ia cintai—anaknya, Ismail. Namun yang Allah inginkan bukan darah atau daging, tapi keikhlasan. Maka digantilah Ismail dengan domba. Di situlah pesan tersiratnya: Allah tidak ingin sesuatu yang bisa dibeli di pasar. Ia ingin hati yang rela melepas.

“Kurban hari ini sering kali kehilangan ruh itu, Kita sibuk memilih kambing, sapi terbaik, tapi lupa memperbaiki niat. Kita hitung daging yang dibagikan, tapi tidak menghitung berapa banyak ego yang harusnya dikorbankan.”papar Randi saat ditemui awak media , Jum’at,(6/5/2025) Selepas sholat isya.

Ia juga menambahkan,”Padahal, kurban sejati bisa berupa waktu yang kita berikan untuk keluarga. Bisa berupa keinginan yang kita tunda demi orang tua. Bisa jadi emosi yang kita redam agar tidak menyakiti pasangan. Kurban bukan hanya peristiwa tahunan,ia bisa hadir setiap hari, dalam bentuk kecil dan diam-diam.”ucapnya

Kita hidup di zaman di mana berbagi seringkali butuh kamera. Tapi sesungguhnya, kebaikan paling murni adalah yang dilakukan ketika tak ada yang melihat, selain Allah. Seperti pemuda yang memilih membatalkan liburan mewah demi membelikan sapi kurban bagi tetangganya. Atau ibu rumah tangga yang menyisihkan uang belanja sejak bulan Rajab, agar anak-anaknya belajar tentang memberi.

Ditempat yang sama,Sigit Purwo,”Idul Adha kali ini ,bukan tentang berapa ekor yang kita sembelih, tapi berapa banyak jiwa yang kita sentuh. Bukan tentang seremoni satu hari, tapi tentang karakter yang kita bangun sepanjang tahun.”ucapnya

Mari kita tanya pada diri,apakah kita sudah berani mengorbankan hal yang paling kita genggam demi kebaikan yang lebih besar? Jika belum, mungkin kurban tahun ini hanyalah rutinitas. Tapi jika sudah, mungkin inilah awal dari hidup yang lebih bermakna.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Perkuat Komitmen “Say No to Drugs”, Lapas Pekanbaru Gelar Tes Urine Massal Bersama TNI, Polri, dan BNN

6 April 2026 - 19:26 WIB

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

6 April 2026 - 18:00 WIB

Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Perketat Pengawasan: Tes Urine Massal & Razia Hunian, Komitmen Zero Narkoba Ditegaskan

6 April 2026 - 17:57 WIB

Kebersamaan Ninik Mamak Gempar dan PKDP Perkuat Persatuan dan Nilai Adat

6 April 2026 - 17:53 WIB

Polsek XIII Koto Kampar Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Bullying di SD 02 Batu Bersurat, Siswa Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

6 April 2026 - 17:23 WIB

Trending di Berita