Payakumbuh, Sumbar
BacaRiau.com ( BRC )
– Kondisi Pasar Atas Kota Payakumbuh kian memprihatinkan. Salah satu sorotan tajam datang dari bagian kanopi yang terlihat sudah kropos dan rapuh, mengancam keselamatan pedagang yang berjualan di bawahnya. Kerangka besi yang menopang kanopi tampak mengalami korosi parah. Jika hujan deras disertai angin kencang datang, potensi ambruknya sangat besar dan jika itu terjadi, bisa menimbulkan korban jiwa. Yang lebih memprihatinkan, menurut pengakuan sejumlah pedagang, ada oknum yang kerap buang air kecil sembarangan di atas struktur kanopi.

Tindakan tidak pantas ini tidak hanya mencoreng wibawa, tetapi juga mempercepat kerusakan material besi yang sudah lapuk. Urin yang merembes ke besi memperparah korosi dan mempercepat proses keropos pada struktur penyangga. Seorang pedagang, Iwan, menyampaikan kekhawatirannya. “Semoga ada tindakan cepat dari Bapak Wali Kota agar memperbaiki keadaan pasar. Supaya kalau ada hujan, pedagang tidak terkena bahaya karena kanopi yang rusak,” ujarnya.
Janji perbaikan sejatinya telah dilontarkan oleh Wali Kota Payakumbuh, Dr. Zulmaeta, bersama Wakil Wali Kota Elzadaswarman. Namun hingga kini, realisasi di lapangan belum tampak. Padahal, pasar adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Jika infrastrukturnya dibiarkan rusak, itu artinya membiarkan rakyat kecil berada di ambang bahaya setiap hari. Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi pasar yang rusak tak hanya pada kanopi, namun juga sejumlah fasilitas lainnya. Keadaan ini menjadi ironi di tengah berbagai janji pembangunan yang kerap digaungkan pemerintah kota.

Pemerintah seharusnya tidak menunggu jatuhnya korban untuk bertindak. Keselamatan pedagang dan pembeli harus menjadi prioritas. Jika pemeliharaan pasar saja tidak mampu ditangani secara cepat dan serius, lalu bagaimana wajah kepedulian pemerintah terhadap sektor ekonomi rakyat kecil?. Pemkot Payakumbuh mesti segera turun tangan, bukan sekadar mengumbar janji. Pasar bukan hanya tempat jual beli tapi juga simbol hidupnya denyut ekonomi masyarakat. Dan hari ini, simbol itu sedang di ujung tanduk.
Fitri









