Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Konferensi Pers Kasus Tewasnya Anak Kelas 2 SD Di Inhu Akibat Bullying Oleh Kelasnya Ini Hasil Otopsinya

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

INHU, BACARIAU.COM (BRC)
– Polda Riau mengungkap hasil autopsi terhadap jenazah RK (8), murid SD yang meninggal dunia diduga korban bullying dianiaya kakak kelasnya di Kecamatan Siberida, Inhu.

Autopsi dilakukan Tim Forensik Polda Riau yang dipimpin AKBP Supriyanto bersama dr Muhammad Tegar Indrayana SpF, spesialis forensik dan medicolegal dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang langsung dibacakan oleh Kapolres Inhu.

Autopsi dilakukan di RSUD Indrasari Rengat, Senin (26/05/25) sekitar pukul 17.00 WIB. Hasil pemeriksaan luar dan dalam ditemukan sejumlah luka dan kelainan pada tubuh korban.

Selain itu, juga ditemukan memar pada perut dan paha serta resapan darah pada jaringan lemak perut sebelah kiri. Luka dan memar itu diduga akibat benda tumpul.

“Hasil autopsi ditemukan memar pada perut bagian kiri, paha, serta resapan darah pada jaringan lemak perut. Kami juga menemukan perforasi atau kebocoran pada usus di perut bagian kanan,” ujar Kasubbid Dokpol Bid Dokkes Polda Riau AKBP Supriyanto, di Mapolda Riau.

Dis menjelaskan, kondisi tersebut menimbulkan infeksi berat dalam rongga perut korban. “Dari seluruh temuan, kami menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban adalah infeksi sistemik yang luas akibat pecahnya usus buntu atau appendiks,” jelasnya.

Ia menyebut, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan temuan primer dan penunjang, sesuai prosedur kedokteran forensik. Kasus ini sebelumnya telah dilaporkan orangtua korban ke kepolisian. Polisi mendalami kasus tersebut.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 22 orang saksi, termasuk tiga tukang urut, dua dokter, kedua orangtua korban, serta lima teman sekolah. Termasuk kepala sekolah dan guru kelas.

 

Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Tanpa Sekat Bangsa dan Agama, Lapas Pekanbaru Berikan Remisi Nyepi 2026 Bagi WNA Asal Malaysia

22 Maret 2026 - 10:52 WIB

Penuh Khidmat, Rutan Pekanbaru Gelar Salat Id dan Serahkan Remisi untuk 885 Warga Binaan

22 Maret 2026 - 02:30 WIB

RokanNet Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H

21 Maret 2026 - 02:35 WIB

Berlangsung Meriah, Wako Pekanbaru Lepas Takbir Akbar Jalan Kaki 1000 Obor

20 Maret 2026 - 23:36 WIB

Pemuda Pancasila Ranting Kampung Dalam Berbagi Kebahagiaan Sambut Idul Fitri 1447 H / 2026 M

20 Maret 2026 - 15:04 WIB

Trending di Berita