Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Tiga Panglima dari Bumi Lancang Kuning, mendukung Penuh Daerah Istimewa Riau 

badge-check


					Tiga Panglima dari Bumi Lancang Kuning, mendukung Penuh Daerah Istimewa Riau  Perbesar

PEKANBARU  – BACARIAU.COM – Tidak sedarah, tapi sudah seperti saudara.Itulah bahasa yang paling pas untuk ketiga para panglima ini.

Datuk Afrizal Anjo, Panglima Tinggi Penggawa Melayu Riau,Datuk Syafiruddin Anju, Panglima Madya Tameng Adat, dan Datuk Muhammad Irfan, Panglima Laskar Melayu Riau kota Pekanbaru.

Mereka bertiga sudah seperti kakak beradik,dan sudah jelas rekam jejak di dunia organisasi kemelayuan.

Dengan niat bersama,mereka hadir dan bersatu untuk mendukung LAMR menjadikan Daerah Istimewa Riau.

“Riau diusulkan menjadi daerah istimewa oleh pemerintah pusat. Mari kita perjuangkan sesuai alur dan patutnya, dengan mengusung peradaban Melayu yang dirajut oleh sejarah panjang.”Ucap Datuk Anjo kepada awak media Jum’at,(30/5/2025) di kedai jalan Hangtuah

Senada,Datuk Syarifuddin Anju,”perjuangan untuk menjadikan Riau sebagai daerah istimewa merupakan langkah konstitusional yang sah dan mulia.

“Keistimewaan Riau yang bertamadun Melayu disampaikan agar bisa diwariskan ke generasi akan datang,” ujar Datuk Syarifuddin Anju

Menurutnya, Riau memiliki kekhasan budaya, sejarah panjang kerajaan-kerajaan Melayu, serta nilai-nilai adat yang terpelihara hingga kini. Hal-hal ini menjadi dasar utama dalam memperjuangkan status keistimewaan, sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LAMR.

Datuk Muhammad Irfan, panglima laskar Melayu Riau kota Pekanbaru,yang juga cicit dari Datuk Laksemana Raja di Laut IV, keinginan menjadikan Riau sebagai daerah istimewa bukanlah gagasan yang muncul tiba-tiba. “Ini adalah keinginan lama, bahkan sejak awal ketika Raja Siak, Sultan Syarif Qasim II menyerahkan kedaulatannya kepada Republik Indonesia,” ujarnya.

“Ini bukan hanya soal sejarah masa lalu, tapi juga tentang bagaimana adat dan peradaban Melayu masih hidup di tengah masyarakat hari ini,” jelasnya

“kami Tiga Panglima dari Bumi Lancang Kuning, mendukung Penuh Daerah Istimewa Riau.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Aksi Damai Mahasiswa, Tokoh Adat, dan Simpul Kemelayuan di Depan Kantor Agrinas Riau

7 April 2026 - 12:57 WIB

Perkuat Komitmen “Say No to Drugs”, Lapas Pekanbaru Gelar Tes Urine Massal Bersama TNI, Polri, dan BNN

6 April 2026 - 19:26 WIB

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

6 April 2026 - 18:00 WIB

Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Perketat Pengawasan: Tes Urine Massal & Razia Hunian, Komitmen Zero Narkoba Ditegaskan

6 April 2026 - 17:57 WIB

Kebersamaan Ninik Mamak Gempar dan PKDP Perkuat Persatuan dan Nilai Adat

6 April 2026 - 17:53 WIB

Trending di Berita