PEKANBARU,BACARIAU.COM— Kota Pekanbaru memiliki perjalanan sejarah panjang yang berakar kuat pada budaya Melayu dan dinamika perdagangan di Sungai Siak. Awalnya, wilayah yang kini dikenal sebagai Pekanbaru merupakan sebuah perkampungan bernama Senapelan, yang berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Pada abad ke-18, Senapelan mengalami pertumbuhan pesat sebagai kawasan perdagangan strategis. Di bawah pengaruh Kesultanan Siak Sri Indrapura, kawasan ini ditetapkan sebagai pusat perdagangan baru. Nama “Pekanbaru” berasal dari kata pekan (pasar) dan baru, merujuk pada pasar baru yang diresmikan pada 23 Juni 1784, tanggal yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru.
Seiring waktu, Pekanbaru berkembang menjadi kota penting di wilayah Sumatra bagian tengah. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan Sungai Siak menjadikan kota ini pusat distribusi hasil bumi dan aktivitas ekonomi. Pada masa kolonial, Pekanbaru juga berperan sebagai pusat administrasi dan transportasi.
Perkembangan signifikan terjadi setelah kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1959, Pekanbaru resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Riau, menggantikan Tanjungpinang. Sejak saat itu, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan perekonomian tumbuh pesat, menjadikan Pekanbaru sebagai salah satu kota metropolitan yang berkembang di Pulau Sumatra.
Kini, Pekanbaru dikenal sebagai kota yang dinamis, multikultural, dan terus bergerak maju, tanpa meninggalkan nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu yang menjadi identitas utamanya.









