Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Diskusi Pemantapan Jelang Festival Melayu Day 2026,Ketua SPSI,koordinator,Serta Club Modeling 

badge-check


					Diskusi Pemantapan Jelang Festival Melayu Day 2026,Ketua SPSI,koordinator,Serta Club Modeling  Perbesar

PEKANBARU,BACARIAU.COM– Ketua SPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung, duduk bareng bersama Ketua EO Kewirausahaan Koperasi UMKM SPSI Provinsi Riau Ny. Mimi dan Koordinator Club Modeling Biduan SPSI Provinsi Riau Ny. Yuni, dalam rangka mempersiapkan Keikut sertaan dalam Festival Melayu Day 2026 di Yala Thailand yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 16 Februari 2026. Rabu (7/1/2026)

Disela sela-sela acara, kepada awak media, Ketua EO Kewirausahaan Koperasi UMKM SPSI Provinsi Riau Ny. Mimi, menerangkan bahwa, keterwakilan dari UMKM SPSI ada 4 UMKM dan dari Modeling 1 orang, sedangkan dari penyanyi ada 3 orang.

Lanjutnya,”Kita harapkan kehadiran UMKM SPSI Provinsi Riau ditingkat Internasional menyemangati masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Riau, dan dapat membudayakan semangat UMKM, membangun kesejahteraan keluarga dan menggeliatkan serta menggerakkan perekonomian nasional.

Selain itu sebagai promosi pengenalan Pariwisata tanah lancang kuning kepada dunia internasional baik promosi keindahan alamnya yang belum terexplor secara maksimal tetapi mempunyai suatu keindahan yang khusus yang tidak dimiliki Daerah atau pun Negara lain seperti Bono di Kampar maupun Budaya kesenian nya, ujar Ny. Mimi

Sejalan dengan visi Riau 2020 dan ungkapan “Tak kan hilang Melayu di Bumi”, hal ini menggambarkan semangat masyarakat Riau menjadikan Riau sebagai pusat perekonomian dan pusat kebudayaan Melayu di wilayah Asia Tenggara, pungkasnya.

Dan kita ketahui keberadaan adat di Kebudayaan Melayu sangat sentral dan fundamental sebagai inti peradaban, pedoman hidup identitas dan landasan hukum yang mengatur hampir seluruh aspek kehidupan dari hal-hal besar sampai hal yang terkecil, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal, Kata Ny. Mimi.

Perlu kita ketahui bersama bahwa Melayu Day yang akan kita ikuti ini adalah festival budaya tahunan yang diadakan di Kota Yala, Thailand Selatan, untuk merayakan dan mempererat hubungan budaya Melayu antara Indonesia, Malaysia, dan komunitas Melayu Thailand Selatan, menampilkan seni, UMKM, serta promosi pendidikan dan perdagangan, menunjukkan kedekatan budaya yang kuat di wilayah tersebut.

Tentunya dari acara yang akan kita ikuti ini bertujuan untuk memperkuat ikatan budaya, historis, dan diplomatik antara Indonesia, Malaysia, dan komunitas Melayu di Thailand Selatan dan Penguatan Diplomasi, membuka peluang kerja sama di berbagai bidang antara ketiga negara, tutup Ny. Mimi.

 

Sumber.Tina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Pemantauan Arus Mudik Riau–Sumbar, Polda Riau Pastikan Lalin Lancar dan Personel Siaga 24 Jam

23 Maret 2026 - 20:58 WIB

Diujung Kunjungan Lebaran, Haru dan Bahagia Menyatu di Lapas Pekanbaru

23 Maret 2026 - 13:06 WIB

Konfrensi Pers Dugaan Pemerasan dan Pengancaman oleh Oknum Mengaku Wartawan, Lapas Pekanbaru Tempuh Jalur Hukum

22 Maret 2026 - 15:37 WIB

Tanpa Sekat Bangsa dan Agama, Lapas Pekanbaru Berikan Remisi Nyepi 2026 Bagi WNA Asal Malaysia

22 Maret 2026 - 10:52 WIB

Penuh Khidmat, Rutan Pekanbaru Gelar Salat Id dan Serahkan Remisi untuk 885 Warga Binaan

22 Maret 2026 - 02:30 WIB

Trending di Berita