Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Besok,Gerakan Masyarakat Adat Gelar Aksi di Depan Polda Riau:Suara Tanah,Suara Keadilan

badge-check


					Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

PEKANBARU –BACARIAU.COM– Gelombang perlawanan dari akar rumput kembali menguat. Gerakan masyarakat adat di Riau menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Riau pada Selasa (7/4/2026).

Aksi ini bukan sekadar turun ke jalan. Ini adalah bentuk akumulasi kekecewaan atas berbagai persoalan yang tak kunjung menemukan keadilan—mulai dari konflik lahan, dugaan perampasan wilayah adat, hingga lemahnya perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Para tokoh adat, panglima, dan perwakilan komunitas dari berbagai wilayah di Riau dijadwalkan hadir, membawa satu suara: menuntut keadilan yang selama ini terasa menjauh dari tanah mereka sendiri.

“Kami datang bukan untuk mencari gaduh, tapi untuk menagih keadilan. Tanah adat bukan untuk dirampas, dan hukum tidak boleh tumpul ke atas,” tegas salah satu perwakilan massa aksi.Senin,(06/04/2026).

Massa juga mendesak aparat penegak hukum agar bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam konflik agraria yang merugikan masyarakat adat. Selain itu, mereka meminta adanya kepastian hukum serta perlindungan nyata dari negara.

Aksi ini akan diawali dengan titik kumpul di Bundaran Keris, Jalan Diponegoro, Pekanbaru pada pukul 08.00 WIB sebelum bergerak menuju Markas Polda Riau. Seluruh peserta diimbau mengenakan pakaian hitam serta tanjak atau peci hitam sebagai simbol solidaritas.

Peserta juga diharapkan menjaga ketertiban, tidak terprovokasi, serta tetap menjunjung tinggi nilai adat, hukum, dan etika dalam menyampaikan aspirasi demi terciptanya aksi yang damai, bermartabat, dan berwibawa.

Namun demikian, massa menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat dalam menyampaikan aspirasi.

Gerakan ini menjadi pengingat bahwa suara masyarakat adat tidak bisa lagi diabaikan. Ketika ruang dialog menyempit, jalanan menjadi tempat terakhir untuk menyuarakan kebenaran.

“Jika tanah kami diambil, maka kami tidak lagi punya pilihan selain berdiri dan melawan.”***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

6 April 2026 - 18:00 WIB

Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Perketat Pengawasan: Tes Urine Massal & Razia Hunian, Komitmen Zero Narkoba Ditegaskan

6 April 2026 - 17:57 WIB

Kebersamaan Ninik Mamak Gempar dan PKDP Perkuat Persatuan dan Nilai Adat

6 April 2026 - 17:53 WIB

Polsek XIII Koto Kampar Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Bullying di SD 02 Batu Bersurat, Siswa Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

6 April 2026 - 17:23 WIB

Gandeng APH, Rutan Dumai Gelar Razia Blok Hunian dan Tes Urin Pegawai dan Warga Binaan

6 April 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita