ROKAN HILIR – BACARIAU.COM – Warga Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, digegerkan dengan kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang remaja perempuan. Korban, Rifka Fitria (16), ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya sendiri. Pelaku tak lain adalah kakak kandungnya, Muammar Kadafi alias Sulung (25).
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, memimpin langsung konferensi pers pengungkapan kasus ini, Jumat (25/7/2025), di Gedung Patriutama. Ia didampingi Kasat Reskrim AKP I Putu Adi Juniwinata dan jajaran Satreskrim Polres Rohil.
Dari hasil penyelidikan, pembunuhan dipicu oleh permintaan uang sebesar Rp500 ribu dari pelaku kepada korban, yang ditolak. Uang itu rencananya akan digunakan pelaku untuk membeli sabu. Dalam kondisi di bawah pengaruh narkoba dan emosi tak terkendali, pelaku mengambil parang dan menebas adiknya yang sedang tengkurap di lantai.
Tak cukup sampai di situ, pelaku juga memukul tangan korban dengan potongan kayu broti sepanjang 30 cm hingga putus, lalu mengambil uang dari tas korban. Usai melakukan aksinya, pelaku membuang barang bukti untuk menghilangkan jejak.
Jenazah Rifka ditemukan oleh warga dan dibawa ke Puskesmas Pembantu Sungai Daun. Sang ayah, Zulkifli Siregar, memastikan identitas korban adalah anak kandungnya.
Polisi bergerak cepat. Kurang dari enam jam sejak penemuan jenazah, pelaku ditangkap saat sedang pulang dari kebun di kawasan Jalan Poros Ujung, Rabu sore (23/7/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
Barang bukti yang diamankan antara lain sebilah parang, potongan broti, serta pakaian korban dan pelaku. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun.
“Kami bergerak cepat dan tegas. Penangkapan pelaku berhasil dilakukan dalam hitungan jam berkat kerja sama tim dan peran aktif masyarakat,” ujar AKBP Isa Imam Syahroni.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat tim Satreskrim Polres Rohil, Polsek Panipahan, serta dukungan warga dalam pengungkapan kasus ini.**(Rls)









