Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Program Kementerian Kebudayaan mengenai penulisan kembali sejarah nasional,LAMR : Penulisan Sejarah nasional Sebaik Diserahkan Ke Daerah 

badge-check


					Program Kementerian Kebudayaan mengenai penulisan kembali sejarah nasional,LAMR : Penulisan Sejarah nasional Sebaik Diserahkan Ke Daerah  Perbesar

PEKANBARU – BACARIAU.COM – Penulisan sejarah secara nasional, sebaiknya diserahkan kepada daerah, sejalan dengan konstruksi nasional itu sendiri sebagai pengkristalisasian akal budi desentralisasi. Dengan demikian, keterceceran info sejarah dapat ditekan sedalam mungkin.

Demikian Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, hari Rabu (28/5), menanggapi program Kementerian Kebudayaan mengenai penulisan kembali sejarah nasional yang hasilnya akan dibentangkan pada Agustus mendatang.

Soal penulisan sejarah nasional apa pun sifatnya, termasuk revisi, sudah selalu dilontarkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Terbaru adalah dalam dengar pendapatnya dengan Komisi X DPR RI, Senin lalu.

Menurut Datuk Seri Taufik, penyerahan penulisan sejarah ke daerah menjadi penting karena selama ini sejarah nasional justru banyak melupakan daerah. Sejarah cenderung dipandang dari pusat dengan perspektif geopolitik modern, padahal seharusnya geobudaya.

Riau sendiri, ujar Datuk Seri Taufik, senantiasa dirugikan dalam penulisan sejarah nasional. Banyak sekali peristiwa monumental Riau, tercecer dalam sejarah nasional. Tahun 15-an misalnya, Riau sudah berkali-kali menyerang penjajahan Eropa.

Di daerah ini pula, sempat terjadi pertemuan tiga negara yang berusaha mendamaikan Indonesia – Belanda. Selain itu, 2.000 lebih penduduk Riau dibantai dalam agresi kedua yang dilatarbelakangi ladang minyak.

“Itu baru peristiwa pada masa klasik dan modern, belum lagi masa kuno seperti masa Sriwijaya, Sintong, dan Siarang-arang, bahkan peradaban 10.000 – 400.000 SM sebagaimana diteliti UGM tahun 2019,” ujar Datuk Seri Taufik.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Razia Serentak dan Tes Urine Sambut HBP ke-62, Rutan Pekanbaru Tegaskan Perang Melawan Halinar

7 April 2026 - 17:27 WIB

Aksi Damai Mahasiswa, Tokoh Adat, dan Simpul Kemelayuan di Depan Kantor Agrinas Riau

7 April 2026 - 12:57 WIB

Perkuat Komitmen “Say No to Drugs”, Lapas Pekanbaru Gelar Tes Urine Massal Bersama TNI, Polri, dan BNN

6 April 2026 - 19:26 WIB

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

6 April 2026 - 18:00 WIB

Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Perketat Pengawasan: Tes Urine Massal & Razia Hunian, Komitmen Zero Narkoba Ditegaskan

6 April 2026 - 17:57 WIB

Trending di Berita