Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Pemuda Laksamana Melayu berkomentar : Banyak Pemuda Tempatan Dumai Menganggur, DPRD dan Pemko Cuma Pandai Pencitraan!

badge-check


					Pemuda Laksamana Melayu berkomentar : Banyak Pemuda Tempatan Dumai Menganggur, DPRD dan Pemko Cuma Pandai Pencitraan! Perbesar

DUMAI –BACARIAU.COM- Di tengah ramainya perusahaan berdiri di Kota Dumai, mirisnya justru semakin banyak pemuda tempatan asli kelahiran Dumai yang menganggur. Baik lulusan sarjana maupun SMA/SMK, banyak yang hanya bisa jadi penonton di tanah kelahiran sendiri.

Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Dumai seolah menutup mata terhadap tenaga kerja lokal, lebih memilih tenaga dari luar kota, bahkan luar provinsi. Sementara itu, pemerintah dan DPRD Dumai dinilai tidak berani bersuara dan hanya sibuk pencitraan.

Suara keras datang dari Ahmad Aldo Riwaldi, seorang pemuda Laksamana Melayu, Kota Dumai, yang dengan lantang menyuarakan keresahan tersebut.

> “Kita di Dumai ini bukan kekurangan tenaga kerja! Banyak anak tempatan lulusan sarjana, banyak juga yang lulusan SMA/SMK, tapi mereka nganggur! Sementara perusahaan di sini cuma mempekerjakan orang luar. Di mana keberpihakan pemerintah dan DPRD? Jangan cuma pandai tampil pencitraan di media, tapi diam saat rakyat sendiri susah,” tegas Ahmad Aldo Riwaldi dengan nada geram.

Lebih lanjut, Aldo menantang DPRD dan Pemerintah Kota Dumai agar benar-benar berani mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang mengabaikan tenaga kerja lokal.

> “Kalau DPRD dan Pemko Dumai memang punya nyali, tunjukkan! Buat aturan tegas dan awasi penerapan tenaga kerja lokal di setiap perusahaan. Tapi kalau tak berani, ya berarti cemen lah!” ujarnya tajam.

Kritikan ini menggambarkan kekecewaan besar masyarakat muda Dumai terhadap lemahnya peran pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak anak tempatan. Di tengah megahnya industri yang bertebaran di setiap sudut kota, banyak pemuda asli Dumai justru tersingkir dari kesempatan kerja di tanah kelahirannya sendiri.

Warga berharap agar suara seperti yang disampaikan Ahmad Aldo tidak lagi diabaikan, dan agar pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat Dumai — bukan sekadar pencitraan untuk kepentingan politik semata.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Penuh Khidmat, Rutan Pekanbaru Gelar Salat Id dan Serahkan Remisi untuk 885 Warga Binaan

22 Maret 2026 - 02:30 WIB

RokanNet Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H

21 Maret 2026 - 02:35 WIB

Berlangsung Meriah, Wako Pekanbaru Lepas Takbir Akbar Jalan Kaki 1000 Obor

20 Maret 2026 - 23:36 WIB

Pemuda Pancasila Ranting Kampung Dalam Berbagi Kebahagiaan Sambut Idul Fitri 1447 H / 2026 M

20 Maret 2026 - 15:04 WIB

Lapas Kelas IIA Pekanbaru Sampaikan Klarifikasi atas Pemberitaan Dugaan Pelanggaran

20 Maret 2026 - 14:13 WIB

Trending di Berita