Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Oknum Diduga Anggota Mengaku Kopassus Aniaya Satpam di Tapung Hulu, Lima Korban Luka-Luka – Kuasa Hukum PT NKS Desak Polisi Bertindak Tegas

badge-check


					Oknum Diduga Anggota Mengaku Kopassus Aniaya Satpam di Tapung Hulu, Lima Korban Luka-Luka – Kuasa Hukum PT NKS Desak Polisi Bertindak Tegas Perbesar

KAMPAR, BACARIAU.COM– Aksi kekerasan dan penganiayaan kembali mewarnai konflik lahan di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Kali ini, korbannya adalah petugas satuan pengamanan (Satpam) dari PT NKS, yang menjadi pihak outsourcing dari Koperasi Eno Nenek Senama (KNES).

Peristiwa yang terjadi baru-baru ini itu diduga melibatkan sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota satuan elit TNI, Kopassus, yang melakukan intimidasi, penodongan senjata api, hingga pemukulan terhadap para Satpam di lokasi kejadian.

Aksi brutal tersebut mengakibatkan lima anggota Satpam PT NKS mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan medis di rumah sakit terdekat.

Kuasa hukum PT NKS, Mohammad Syerland Orza, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut aksi main hakim sendiri ini sangat melanggar hukum dan mencoreng nama baik institusi TNI.

“Negara kita adalah negara hukum, sebagaimana tertuang dalam Pasal 1 Ayat 3 UUD 1945. Jika ada pihak yang merasa dirugikan, seharusnya menempuh jalur hukum, bukan dengan cara-cara intimidatif dan kekerasan seperti ini,” tegas Syerland kepada wartawan, Selasa 4 November 2025.

Menurutnya, konflik antara Koperasi KNES dan Koperasi Koposan bukanlah hal baru. Ketegangan antara kedua pihak sudah berulang kali terjadi dan belum menemukan titik damai.

Dijelaskan Syerland, pemicu terbaru berasal dari Koperasi Koposan, yang baru terbentuk, dan diduga menghasut warga untuk mengambil alih lahan sawit yang selama ini dikelola oleh KNES. Bahkan, kelompok ini disebut melibatkan oknum yang mengaku sebagai anggota TNI Kopassus untuk melakukan tindakan anarkis di lapangan.

“Pihak Satpam PT NKS hanya menjalankan tugas sesuai prosedur dan berkomunikasi dengan baik. Namun justru mendapat perlakuan kekerasan, bahkan ditodong senjata api,” tambahnya.

Atas kejadian ini, pihak PT NKS telah melaporkan peristiwa penganiayaan dan penodongan senjata api tersebut ke Polres Kampar di Bangkinang.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan tegas dari pihak kepolisian terhadap para pelaku maupun pihak-pihak yang mengaku sebagai oknum TNI Kopassus dalam peristiwa itu.

Kuasa hukum PT NKS berharap aparat penegak hukum segera bertindak agar insiden serupa tidak kembali terjadi, serta untuk menjaga marwah hukum dan keamanan masyarakat di wilayah Tapung Hulu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Antisipasi Lonjakan Arus Balik H+4, Polda Riau Siaga Penuh 24 Jam

24 Maret 2026 - 15:57 WIB

Pemantauan Arus Mudik Riau–Sumbar, Polda Riau Pastikan Lalin Lancar dan Personel Siaga 24 Jam

23 Maret 2026 - 20:58 WIB

Diujung Kunjungan Lebaran, Haru dan Bahagia Menyatu di Lapas Pekanbaru

23 Maret 2026 - 13:06 WIB

Konfrensi Pers Dugaan Pemerasan dan Pengancaman oleh Oknum Mengaku Wartawan, Lapas Pekanbaru Tempuh Jalur Hukum

22 Maret 2026 - 15:37 WIB

Tanpa Sekat Bangsa dan Agama, Lapas Pekanbaru Berikan Remisi Nyepi 2026 Bagi WNA Asal Malaysia

22 Maret 2026 - 10:52 WIB

Trending di Berita