Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Luar Biasa Turun Langsung Dalam Aksi Demo di Pekanbaru, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Pelalawan Zukri, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto Serta Kapolda Riau

badge-check


					Luar Biasa Turun Langsung Dalam Aksi Demo di Pekanbaru, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Pelalawan Zukri, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto Serta Kapolda Riau Perbesar

PEKANBARU,RIAU
BacaRiau.com ( BRC )
– Gubernur Riau Abdul Wahid
Bupati Pelalawan Zukri Bupatiku
Bupati Inhu Ade Agus Hartanto
Serta Kapolda Riau, Telah menjadi Garda terdepan untuk masyarakat
Semoga kedepannya lebih baik (mendapatkan keadilan).

Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si sepakat membentuk tim yang diberi nama TP4, sebagai upaya dalam menyelamatkan kelestarian Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Sikap tegas itu dilakukan Bupati Inhu ketika menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pembentukan TP4 bersama Gubernur Riau (Gubri), H. Abdul Wahid, M.Si dan Forkopimda Riau.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Akmal Abbas, S.H., M.H dan Gubri Wahid itu dilaksanakan Selasa, 17 Juni 2025 siang, digedung Kejati Riau, Pekanbaru.

Rakor tersebut merupakan tindak lanjut penguasaan kembali dan rencana relokasi penduduk di kawasan TNTN di Kejaksaan Agung (kejagung) RI kemarin. Pembentukan tim ini menjadi langkah awal pemerintah dalam menyelamatkan kawasan hutan konservasi yang mengalami kerusakan akibat perambahan dan penguasaan ilegal.

Gubri Wahid menyampaikan, bahwa tim gabungan ini akan fokus pada tiga agenda utama, yaitu penertiban, relokasi, dan reforestasi. Ketiganya dirancang untuk menata kembali kawasan TNTN agar dapat dikembalikan pada fungsi ekologisnya.

“Kami bersama pak Kapolda, Kepala Kejati Riau, Kepala BIN, Bupati Pelalawan dan Bupati Inhu memutuskan untuk membentuk tim daerah gabungan dalam rangka penataan kawasan,”ujarnya.

Dikatakan Wahid, langkah-langkah teknis yang lebih rinci akan segera disusun dalam waktu dekat. Seluruh rencana kerja TP4 akan dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bentuk koordinasi dan dukungan terhadap kebijakan nasional di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

“Langkah-langkahnya akan kami buat dalam waktu dekat. Plan ABC nanti kami laporkan ke Satgas Pusat,” imbuh Wahid.

“Kami berharap kawasan hutan dapat dipulihkan, dan masyarakat yang bermukim di dalamnya bisa diajak berdialog untuk kemudian diberikan lokasi lain yang lebih sesuai untuk berwirausaha,” katanya.

Meski demikian, penegakan hukum tetap akan berjalan. Setiap pelanggaran terhadap aturan kehutanan, termasuk perambahan dan penguasaan lahan secara ilegal, akan ditindak tegas melalui jalur hukum. Pemerintah Daerah akan bersinergi dengan aparat kepolisian dan kejaksaan dalam proses ini.

 

Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Konfrensi Pers Dugaan Pemerasan dan Pengancaman oleh Oknum Mengaku Wartawan, Lapas Pekanbaru Tempuh Jalur Hukum

22 Maret 2026 - 15:37 WIB

Tanpa Sekat Bangsa dan Agama, Lapas Pekanbaru Berikan Remisi Nyepi 2026 Bagi WNA Asal Malaysia

22 Maret 2026 - 10:52 WIB

Penuh Khidmat, Rutan Pekanbaru Gelar Salat Id dan Serahkan Remisi untuk 885 Warga Binaan

22 Maret 2026 - 02:30 WIB

RokanNet Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H

21 Maret 2026 - 02:35 WIB

Berlangsung Meriah, Wako Pekanbaru Lepas Takbir Akbar Jalan Kaki 1000 Obor

20 Maret 2026 - 23:36 WIB

Trending di Berita