Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Kanopi Kropos Di Pasar Atas Payakumbuh Ancam Keselamatan Pedagang,Janji Pemkot Dinanti

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Payakumbuh, Sumbar
BacaRiau.com ( BRC )
– Kondisi Pasar Atas Kota Payakumbuh kian memprihatinkan. Salah satu sorotan tajam datang dari bagian kanopi yang terlihat sudah kropos dan rapuh, mengancam keselamatan pedagang yang berjualan di bawahnya. Kerangka besi yang menopang kanopi tampak mengalami korosi parah. Jika hujan deras disertai angin kencang datang, potensi ambruknya sangat besar dan jika itu terjadi, bisa menimbulkan korban jiwa. Yang lebih memprihatinkan, menurut pengakuan sejumlah pedagang, ada oknum yang kerap buang air kecil sembarangan di atas struktur kanopi.

Tindakan tidak pantas ini tidak hanya mencoreng wibawa, tetapi juga mempercepat kerusakan material besi yang sudah lapuk. Urin yang merembes ke besi memperparah korosi dan mempercepat proses keropos pada struktur penyangga. Seorang pedagang, Iwan, menyampaikan kekhawatirannya. “Semoga ada tindakan cepat dari Bapak Wali Kota agar memperbaiki keadaan pasar. Supaya kalau ada hujan, pedagang tidak terkena bahaya karena kanopi yang rusak,” ujarnya.

Janji perbaikan sejatinya telah dilontarkan oleh Wali Kota Payakumbuh, Dr. Zulmaeta, bersama Wakil Wali Kota Elzadaswarman. Namun hingga kini, realisasi di lapangan belum tampak. Padahal, pasar adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Jika infrastrukturnya dibiarkan rusak, itu artinya membiarkan rakyat kecil berada di ambang bahaya setiap hari. Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi pasar yang rusak tak hanya pada kanopi, namun juga sejumlah fasilitas lainnya. Keadaan ini menjadi ironi di tengah berbagai janji pembangunan yang kerap digaungkan pemerintah kota.

Pemerintah seharusnya tidak menunggu jatuhnya korban untuk bertindak. Keselamatan pedagang dan pembeli harus menjadi prioritas. Jika pemeliharaan pasar saja tidak mampu ditangani secara cepat dan serius, lalu bagaimana wajah kepedulian pemerintah terhadap sektor ekonomi rakyat kecil?. Pemkot Payakumbuh mesti segera turun tangan, bukan sekadar mengumbar janji. Pasar bukan hanya tempat jual beli tapi juga simbol hidupnya denyut ekonomi masyarakat. Dan hari ini, simbol itu sedang di ujung tanduk.

 

Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Perkuat Komitmen “Say No to Drugs”, Lapas Pekanbaru Gelar Tes Urine Massal Bersama TNI, Polri, dan BNN

6 April 2026 - 19:26 WIB

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

6 April 2026 - 18:00 WIB

Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Perketat Pengawasan: Tes Urine Massal & Razia Hunian, Komitmen Zero Narkoba Ditegaskan

6 April 2026 - 17:57 WIB

Kebersamaan Ninik Mamak Gempar dan PKDP Perkuat Persatuan dan Nilai Adat

6 April 2026 - 17:53 WIB

Polsek XIII Koto Kampar Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Bullying di SD 02 Batu Bersurat, Siswa Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

6 April 2026 - 17:23 WIB

Trending di Berita