Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

DPD Projo Riau Bantah Keras Terlibat dan Dikaitkan Isu Makar Wacana Riau Merdeka 

badge-check


					DPD Projo Riau Bantah Keras Terlibat dan Dikaitkan Isu Makar Wacana Riau Merdeka  Perbesar

PEKANBARU – BACARIAU.COM– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Riau membantah keras isu yang menyebutkan relawan Jokowi ikut serta dalam rapat wacana Provinsi Riau merdeka.

Bantahan itu disampaikan menyusul beredarnya sebuah podcast di YouTube yang menyinggung dugaan keterlibatan relawan dalam rencana deklarasi tersebut.

Dalam podcast berjudul “Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra: Pendukung Jokowi Membabi Buta Melawan Prabowo”, seorang mantan anggota BIN menjadi bintang tamu dan mengungkap adanya dugaan relawan Jokowi ingin melaksanakan deklarasi Riau merdeka.

Menanggapi hal ini, Sekretaris DPD Projo Riau, Ary Okta Maulana, meminta agar narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat Riau tidak disebarkan.

“Ya, saya sudah menonton podcast tersebut. Kami selaku relawan Projo Riau dengan tegas membantah terlibat dalam rapat untuk mendeklarasikan Riau merdeka. Saya minta kepada beliau yang merupakan purnawirawan TNI untuk tidak memecah belah masyarakat Riau yang saat ini hidup bersatu, damai, dan aman,” ujar Ary, Jumat (8/8/2025).

Ary juga menegaskan bahwa pihaknya, baik sebagai relawan Jokowi maupun masyarakat Riau, mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memimpin Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ia menilai perbedaan politik seharusnya tidak menjadi alasan untuk menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.

Dalam tayangan tersebut, isu Riau merdeka disebut muncul akibat ketidakpuasan pendukung Jokowi terhadap kebijakan amnesti dan abolisi yang dikeluarkan Presiden Prabowo kepada beberapa terdakwa.

Menanggapi hal ini, Ary menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut.

“Amnesti dan abolisi itu bertujuan untuk persatuan Indonesia. Jangan ada lagi politik adu domba. Mari kita fokus pada masa depan Indonesia dan bersatu mendukung pemerintahan,” tegasnya.

Ary juga mengimbau masyarakat, khususnya di Riau, agar tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan atau isu yang belum jelas kebenarannya.

“Saring dulu sebelum sharing atas informasi yang diterima. Jangan sampai kita terjebak dalam penggiringan opini yang bisa memecah belah,” pesannya

Menanggapi fenomena One Piece yang sempat dikaitkan dengan gerakan makar, Ary menegaskan hal itu hanyalah kreativitas anak muda pecinta anime dan tidak ada hubungannya dengan politik.

“Apalagi kalau dikaitkan dengan gerakan relawan yang terstruktur untuk melawan pemerintahan Prabowo-Gibran, itu sama sekali tidak benar,” ujarnya.

Ia kembali menekankan agar semua pihak mengedepankan persatuan dan menjaga kondusivitas, terutama di tengah peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Riau.”Tutupnya***

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Musyawarah Nasional (MUNAS) 2026 Serikat Pekerja Perkebunan dan Kehutanan (SPPK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)

11 Februari 2026 - 13:12 WIB

Audiensi SPSI Riau dengan PHR Pertamina Hulu Rokan, Minta Dukungan Delegasi Bazar UMKM Budaya Melayu ke Festival Melayu Day 2026

10 Februari 2026 - 22:15 WIB

SPSI Provinsi Riau Gelar Pertemuan Program Perumahan, Nursal Tanjung Tegaskan Soliditas Anggota

10 Februari 2026 - 22:12 WIB

‎Perkuat Perlindungan Anak dan Perempuan, Yayasan Tanjak Bertuah Riau Hadiri Peresmian Kantor Germas PPA Riau

10 Februari 2026 - 15:11 WIB

HPN 2026: Kapolda Riau Perkuat Sinergi “Green Policing” Bersama Insan Pers

9 Februari 2026 - 19:20 WIB

Trending di Berita