PEKANBARU,BACARIAU.COM- Kursi Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Riau segera akan ditempati oleh sosok jenderal yang baru. Hal tersebut menyusul terbitnya Surat Telegram (ST) Kapolri bernomor ST/2781/XII/KEP./2025 per 15 Desember 2025 ditandatangani Kapolri atas nama Asisten SDM Irjen Anwar.
Wakapolda Riau yang saat ini dijabat oleh Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, dimutasi menjadi Wakapolda Kalimantan Timur (Kaltim).
Penggantinya, yakni Brigjen Pol Hengky Hariyadi. Hengky sejak 7 Desember 2023 lalu, menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.
Sepak Terjang Brigjen Pol Hengky Hariyadi
Hengki merupakan perwira tinggi kepolisian alumnus Akpol 1996. Pria kelahiran Palembang pada 16 Oktober 1974 ini, memiliki rekam jejak yang panjang di bidang reserse.
Mengawali karier di kepolisian, Hengki bertugas di Polres Dili, yang saat itu masih menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hengki kemudian dipindahkan ke Jawa Barat. Ia dipercaya sebagai Wakapolsek Lengkong, Polresta Bandung Tengah.
Hengki mendapatkan kenaikan pangkat Kompol di Polda Lampung pada 2004. Setelah 6 tahun bertugas di Lampung, ia dipindahkan ke Polda Metro Jaya.
Semasa menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Hengki pernah mengungkap kasus penyerangan ‘Kill Bill’ di RSPAD pada 23 Februari 2012 dinihari. Dua orang tewas dalam peristiwa itu akibat luka bacok, sementara enam orang lainnya mengalami luka.
Peristiwa itu pecah terkait utang narkoba ini menyeret 10 orang tersangka. Salah satunya Irene Tupessy, sedangkan tersangka lainnya adalah Edward alias Edo, Gheretes Tamatala alias Heri, Tony Poceratu alias Ongen, Rent Penturi, Yongky Maslebu, Rely Petirulan, dan Abraham Tuhehai.
Atas aksinya tersebut, Irene kemudian dijuluki Kill Bill. Kill Bill adalah film karya sutradara Quentin Tarantino yang mengisahkan aksi balas dendam seorang wanita berpedang terhadap teman-teman lama yang mengkhianatinya.
Karier Hengki semakin melejit pada 2017, ia lalu mengemban tugas sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat. Selama di Polres Jakbar, pria kelahiran 1979 ini dikenal garang dalam menumpas premanisme, salah satunya yang ramai disorot adalah kasus premanisme perebutan lahan di Kalideres yang melibatkan Hercules.
Hengki juga mengungkap sejumlah kasus narkoba. Kampung Ambon yang menjadi sarang narkoba diobrak-abrik oleh Hengki. Kemudian ia juga berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ganja jaringan antarkota, penyelundupan 120 kg sabu jaringan internasional, serta 28 kg sabu jaringan internasional Amerika. Karena hal ini, ia diganjar penghargaan oleh DEA (Drug Enforcement Agency). Hengki mendapatkan penghargaan khusus atas kepemimpinannya mengungkap kasus-kasus narkoba.
Lalu ia menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat. Selama menjadi Kapolres Jakpus, Hengki pernah mengungkap sejumlah kasus menonjol. Di antaranya membongkar peredaran 115 kg narkoba jenis sabu selama 3 bulan operasi dan kasus pemerasan anggota Polri oleh Ketua Umum DPP LSM Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak) sebesar Rp 2,5 miliar.
Ia juga pernah menangkap anak dan menantu konglomerat Aburizal Bakrie yaitu Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani pada Juli 2021 silam.
Berseteru dengan Hercules
Hengki pernah terlibat perseteruan dengan Hercules. Kejadian itu terjadi pada Juni 2023 silam.Kala itu, dalam pernyataannya dalam acara Ormas GRIB, Hercules menegaskan dirinya tidak takut dengan Hengki secara pribadi, bukan kepada institusi kepolisian.
Namun, perseteruan ini akhirnya berakhir dengan damai. Di satu sisi, meski ditantang Hercules, Hengki mengaku memaafkan tindakan tersebut.
“Sebagai insan beragama, kalau orang minta maaf, ya kita maafkan,” tutur Hengki.***









