Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Berita

Bentuk Kepedulian Terhadap Kelestarian Satwa , Kapolda Riau Jadi Ayah Asuh Domang dan Tari

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

PEKANBARU – BACARIAU.COM – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian satwa liar, khususnya gajah Sumatra. Irjen Herry pun akhirnya mengangkat dua anak gajah bernama Domang dan Tari sebagai anak asuhnya. Dia juga menyuarakan pentingnya kebebasan serta perlindungan habitat bagi gajah-gajah di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

“Saya sudah mendaftarkan bahwa saya menjadikan Domang dan Tari sebagai anak saya. Saya harap semua setuju agar mereka menjadi warga kehormatan Provinsi Riau,” ujar Irjen Herry, Senin (23/6). Langkah ini bukan sekadar simbolik tetapi merupakan bentuk komitmen moril Irjen Herry untuk memperjuangkan keberlangsungan hidup satwa langka, khususnya gajah Sumatra yang kian terancam akibat konflik lahan, perambahan, dan pembatasan ruang hidup.

“Domang dan Tari tidak bisa menyampaikan puisi, tidak bisa menyuarakan satir, tidak punya pengeras suara untuk mengungkapkan ketidakadilan yang mereka terima. Maka, saya berdiri di sini sebagai perwakilan mereka, sebagai suara untuk gajah-gajah Tesso Nilo,” tegas Irjen Herry.

Menurutnya, habitat gajah yang semakin terfragmentasi akibat alih fungsi lahan dan perambahan telah menyebabkan gajah kehilangan ‘rumah’ mereka. Dia menuntut agar Tesso Nilo kembali menjadi ruang bebas dan aman bagi gajah-gajah untuk hidup, bermain dan berkembang biak.

“Saya mewakili Domang, Tari dan seluruh gajah Tesso Nilo untuk menuntut agar rumah mereka dibebaskan. Agar mereka bisa masuk secara bebas, bersenda gurau, bernyanyi, dan meneriakkan kebebasan di hutan mereka sendiri,” ujar jenderal bintang dua itu.

Kapolda menegaskan langkah ini juga merupakan bagian dari upaya harmonisasi antara manusia dan alam. Dia berharap hubungan ini bisa dibangun dengan rasa hormat dan saling menjaga, bukan saling menguasai.

“Kami ingin menjadi jembatan yang menghubungkan manusia dengan alam, agar tumbuh harmonisasi dan bukan konflik,”tandas Herry.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga:

Ditjenpas Riau Klarifikasi Dugaan Limbah Septictank di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Siap Lakukan Perbaikan

30 Maret 2026 - 12:26 WIB

Pimpin Apel Pagi, Kalapas Pekanbaru Ingatkan Jajaran: Waspada, Berintegritas, dan Humanis dalam Bertugas

30 Maret 2026 - 12:08 WIB

Maling Motor Scoopy BM 5448 EJ di Jendela kedai kopi, Wajah pelaku pencurian motor terekam Cctv

30 Maret 2026 - 02:29 WIB

Tujuh Oknum Personel Polisi di Riau Dipatsus, Diduga Terlibat Penyalahgunaan Wewenang Kasus Narkotika

29 Maret 2026 - 11:06 WIB

Pimpin Rapat Pengamanan, Kalapas Tegaskan Tidak Ada Toleransi Terhadap Narkoba dan HP Ilegal di Lapas Pekanbaru

28 Maret 2026 - 14:05 WIB

Trending di Berita